Fitri Zakiah
STF YPIB Cirebon

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PENAYANGAN VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN VITAMIN PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN NUANSA MAJASEM KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON Ahmad Azrul Zuniarto; Fitri Zakiah; Wirsyad Yuniuswoyo; Soni Suharmono; Elis Karlina
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/g1gnaq04

Abstract

Vitamin merupakan golongan zat gizi esensial dalam tubuh yang terlibat dalam banyak fungsi fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penayangan video terhadap tingkat pengetahuan penggunaan vitamin, untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan vitamin sebelum dan setelah penayangan video, dan untuk mengetahui perbandingan pengaruh penayangan video terhadap tingkat pengetahuan penggunaan vitamin di Perumahan Nuansa Majasem Kecamatan Kesambi Kota Cirebon berdasarkan data demografi.  Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan sampel 94 responden. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2022. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan video.  Hasil pengujian menggunakan uji T paired sample test dengan nilai sig (2-tailed) <0,05 (0,00 < 0,05) yang berarti bahwa terdapat pengaruh penayangan video terhadap tingkat pengetahuan penggunaan vitamin pada Masyarakat Perumahan Nuansa Majasem, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Adapun Tingkat pengetahuan meningkat setelah penayangan video dengan nilai pretest 70% dan posttest 85%. Sedangkan berdasarkan data demografi, kelompok yang paling berpengaruh paling tinggi adalah jenis kelamin yaitu laki-laki dengan nilai selisih 0,93. 
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA SUSPENSI EKSTRAK UMBI SARANG SEMUT (Hydnophytum formicarum Jack.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Tatang Hermawan; Fitri Zakiah; Jacky Yoana Andrianie
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/0yjaq679

Abstract

Diabetes mellitus adalah suatu gangguan kronis yang bercirikan hiperglikemia (glukosa darah terlampau meningkat). Terkait kandungan flavonoid dan tanin yang dimilikinya, sarang semut diduga dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui efektivitas suspensi ekstrak umbi sarang semut sebagai antihiperglikemia dan pada dosis berapa yang paling efektif sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus putih jantan galur wistar sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu suspensi ekstrak umbi sarang semut dosis 2,5 g/kgBB, dosis 5 g/kgBB, dosis 10 g/kgBB, suspensi glibenklamid (kontrol positif) dan suspensi CMC 2% (kontrol negatif).Seluruh kelompok diinduksi aloksan dan diberi sukrosa 10% terlebih dahulu sampai dengan kadar glukosa darahnya mencapai >135 mg/dL. Perlakuan diberikan selama 10 hari dimana pada hari ke 7 dan ke 14 diukur kadar gula darah yang sebelumnya telah puasa selama 18 jam. Hasil pengukuran kadar gula darah yang diperoleh dianalisis menggunakan metode One Way Anova kemudian dilanjutkan dengan Paired T-Test. Dari penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa suspensi ekstrak umbi sarang semut efektif sebagai antihiperglikemia serta pada dosis 5 g/kgBB dan dosis 10 g/kgBB memiliki potensi yang sama seperti glibenklamid dosis 0,5 mg/kgBB.
UJI FORMULASI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HPMC (Hidroksipropil metilselulosa) DENGAN METODE DPPH (2,2–diphenyl–l- picrylhydrazil) Fitri Zakiah; Bambang Karsidin; Fitri Nisa Muslimah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ec2gzv51

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji formulasi antioksidan gel ekstrak biji Alpukat dengan variasi konsentrasi HPMC dengan metode DPPH. Biji Alpukat banyak digunakan masyarakat untuk mengatasi penyakit seperti hipertensi, gangguan pencernaan, dan salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi dan stabilitas fisik yang baik, daya antioksidan dan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap antioksidan. Pengujian antioksdian dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Biji alpukat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Evaluasi gel meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, sineresis dan uji iritasi. Hasil penelitian ekstrak biji alpukat memiliki nilai IC50 sebesar 26,46 ppm  Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada gel sebesar 2,5% dengan konsentrasi HPMC 1% (F1), 1,5% (F2) dan 2% (F3) dengan nilai IC50 sebesar 38,20 ppm (F1), 56,43 ppm (F2), 128,26 ppm (F3). Sediaan gel yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi pada F1. Semua formula memiliki stabilitas fisik yang baik. Berdasarkan uji regresi linier menggunakan aplikasi SPSS menunjukan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap viskositas dan daya antioksidan 
GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP RHEUMATOID ARTHITIS PADA MASYARAKAT KABUPATEN MAJALENGKA Fitri Zakiah; Laela Azmi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ztzqa490

Abstract

Banyaknya obat-obatan yang dijual di pasaran memudahkan seseorang melakukan pengobatan sendiri terhadap keluhan penyakitnya, karena relatif lebih cepat, hemat biaya, dan praktis tanpa perlu periksa ke dokter. Namun untuk melakukan pengobatan sendiri dibutuhkan informasi yang benar agar dapat dicapai mutu pengobatan sendiri yang baik, yaitu tersedianya obat yang cukup dengan informasi yang memadai akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu pengobatan sendiri yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah Rheumatoid Arthitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan alasan masyarakat melakukan pengobatan sendiri terhadap Rheumatoid Arthitis dan untuk mengetahui tingkat persentase pengetahuan penggunaan pengobatan sendiri terhadap Rheumatoid Arthitis. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisa deskriptif. Gambaran pengetahuan alasan ini mengenai pengetahuan tentang obat, dosis, waktu konsumsi, efek samping, dan sumber informasi yang diperoleh. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan observasi partisipasi terhadap 44 responden. Hasilnya adalah pengaruh pengetahuan masyarakat dalam melakukan pengobatan sendiri sebagian besar berdasarkan informasi obat yang didapat dari orang-orang terdekat yang sudah membeli obat Rheumatoid Arthitis sebelumnya dan lebih dari 50% jumlah responden berjenis kelamin wanita yang mengerti dan paham akan obat, dosis, waktu konsumsi, dan efek samping yang benar. Simpulan yang didapatkan adalah sebagian masyarakat mengetahui akan obat, dosis, waktu konsumsi, dan efek samping dari obat Rheumatoid Arthitis tetapi sayangnya informasi tersebut tidak didapatkan dari tenaga kesehatan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIPSTIK PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensin L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/w69b6808

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) mengandung flavonoid antosianin, termasuk dalam flavonoid yang digunakan sebagai pewarna alami dan sekaligus memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Buah naga merah diambil sarinya dengan cara memeras . Sari yang diperoleh kemudian dibuat sediaan pewarna lipstik dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji antioksidan metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut adalah 132,046 ppm ; 119,803 ppm ; dan 104,978ppm. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan intensitas sedang (101-150 ppm). Hasil uji analisa regresi linier menunjukkan bahwa nilai R2 mendekati 1 sehingga model regresi semakin baik dan memenuhi kriteria linieritas (layak).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIPSTIK PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensin L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ry11jn34

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) mengandung flavonoid antosianin, termasuk dalam flavonoid yang digunakan sebagai pewarna alami dan sekaligus memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Buah naga merah diambil sarinya dengan cara memeras . Sari yang diperoleh kemudian dibuat sediaan pewarna lipstik dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% dan diujiaktivitasantioksidannya dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji antioksidan metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut adalah 132, 046 ppm ; 119,803 ppm ; dan 104,978 ppm. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan intensitas sedang (101-150 ppm). Hasil uji analisa regresi linier menunjukkan bahwa nilai R2 mendekati 1 sehingga model regresi semakin baik dan memenuhi kriterialinieritas (layak).
Uji Efektifitas Salep Ekstrak Daun Handeuleum (Graptophyllum pictum L.) Sebagai Antiinflamasi Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih Jantan Fitri Zakiah; Lina Karlina
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/vgcz0448

Abstract

Tanaman Handeuleum adalah tanaman obat yang dikenal memiliki khasiat penyembuhan untuk luka dalam dan luka luar seperti jerawat, wasir, luka akibat senjata tajam dan luka bakar. Telah dilakukan pemeriksaan ekstrak etanol daun Handeuleum hasil maserasi dengan etanol 96% yang meliputi susut pengeringan, pemeriksaan kadar air, pemeriksaan kadar abu, dan golongan senyawa kimia. Sebelunya dari uji pendahuluan dikethui bahwa ekstrak daun Handeulem efektif sebagai antiinflamasi pada konsentrasi 5%. Sebagai pengembangan dari ekstrak tersebut maka dibuat dan diformulasikan sediaan topikal yaitu salep dengan basis tertentu untuk diuji antiinflamasi terhadap luka sayat pada tikus jantan. Salep dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun Handeuleum 2,5 %, 5% dan 10 %, dengan basis yang digunakan adalah hidrokarbon dan serap. Selanjutnya dilakukan evaluasi salep meliputi organoleptik, pH, viskositas, sifat alir, daya sebar, aktivitas antibakteri dan uji iritasi. Hasil ekstrak kental daun Handeulem berwarna hijau dengan rendemen 27,67 %, dengan bentuk kental berwarna hijau kehitaman dan golongan senyawa kimianya flavanoid, fenol, saponin dan tanin. Salep ekstrak daun Handeuleum efektif sebagai antiinflamasi terhadap luka sayat pada tikus jantan. Evaluasi sediaan, pH dan daya sebar memenuhi syrat sedian salep,homogenitas dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil uji stabilitas menyatakan bahwa sediaan tersebut stabil dalam pengujian pada suhu kamar dan 40℃ selama 3 bulan.Pengolahan data menggunakan statistik dengan software SPSS v19.0.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK SERBUK BAMBU TALI (Gigantochloa apus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Fitri Zakiah; Sri Susanti Nurpahla
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/a0g7r106

Abstract

Bambu dengan berbagai jenis dan varietasnya banyak ditemukan sebagai tumbuhan liar yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan Bambu memiliki banyak manfaat namun publikasi yang mengungkap tentang penggunaan Bambu dalam dunia pengobatan masih sedikit bila dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Bambu diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka sayat dengan cara ditaburkan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Salep merupakan salah satu sediaan topikal yang mudah digunakan dan efektif untuk pengobatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak serbuk Bambu tali terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan, dan kandungan kimia yang potensi sebagai penyembuh luka sayat serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboraorium, serbuk bambu tali dikerok sebanyak 200 g lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 7 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan analisis senyawa aktif secara kulaitatif dan ditemukan senyawa flavonoid, tannin dan saponin. Pada tahap selanjutnya, pembuatan salep ekstrak serbuk bambu tali dengan konsentrasi 5 %, 15% dan 25 % b/b. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Uji efektivitas penyembuh luka sayat dilakukan pada tikus jantan dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman luka 2 mm. Salep ekstrak serbuk Bambu tali dengan konsentrasi 15% menunjukan yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Salep ekstrak Serbuk bambu tali pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu.
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA GEL EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Fitri Zakiah; Bambang Karsidin; Listiya Biaskawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/23nz7t74

Abstract

Buah Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari family Caricaceae.Tanaman tersebut diketahui memiliki berbagai macam manfaat yaitu sebagai tabir surya. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) yang berkhasiat sebagai tabir surya yaitu senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas tabir surya gel ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.), dan pada konsentrasi berapa yang paling efektif sebagai tabir surya, serta untuk mengetahui evaluasi dan stabilitas sediaan gel ekstrak kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) selama pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diperoleh rendemen 43%. Sediaan gel dibuat dengan konsentrasi 5%,10%, dan 15%. Uji sediaan yang dilakukan yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis, dan uji iritasi pada kelinci. Hasil evaluasi sediaan menunjukan semua formulasi memenuhi persyaratan gel, begitu pula dari hasil uji stabilitas dengan metode cycling testpada suhu 4 ̊C dan 40 ̊C selama 6 siklus (12 hari). Hasil pengukuran persentasi eritema menunjukkan nilai sesuai standar persyaratan (<1%) dan pada pengukuran persentasi pigmentasi menunjukan memiliki nilai dibawah batas standar persyaratan (3-4%), sedangkan pengukuran nilai SPF menunjukkan bahwa gel ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) masuk dalam kategori tingkat kemampuan minimal tabir surya (2-4) pada konsentrasi 10%, dan 15%.