Anna Pradiningsih
STF YPIB Cirebon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Notophanax scutettarius (Burm.F.) Merr.) TERHADAP LUKA BAKAR DAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH BETINA Ahmad Azrul Zuniarto; Anna Pradiningsih; Iis Munawaroh
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/rh5dy361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak daun Mangkokan (Natophanax scutettarius (Burm.f.) Merr.) terhadap luka bakar dan luka sayat tikus putih betina, perbedaan efektivitas salep ekstrak daun Mangkokan (Natophanax scutettarius (Burm.f.) Merr.) terhadap luka bakar dan luka sayat tikus putih betina, dan kestabilan sediaan salep ekstrak daun Mangkokan (Natophanax scutettarius (Burm.f.) Merr.) selama pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Luka adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari termasuk salah satunya luka bakar dan luka sayat. Salah satu tanaman yang dapat mengobati luka yaitu Mangkokan (Notophanax Scutettarius (Burm.f.) Merr). Namun Pemanfaatan tanaman ini belum maksimal karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui manfaat dan penggunaannya sebagai tanaman obat. Sebagai alternatif sediaan untuk mengatasi masalah luka maka telah dibuat sediaan salep yang berbahan aktif ekstrak daun mangkokan. Ekstrak daun mangkokan didapat dengan cara maserasi. Penelitian diawali dengan mencukur bulu tikus kemudian tikus dilukai dengan menggunakan solder untuk luka bakar dan bisturi untuk luka sayat. Selanjutnya pemberian perlakuan yang diawali dengan uji ekstrak daun Mangkokan 100% dan 10%. Dalam penelitian ini, ekstrak 100%, ekstrak 10% sudah menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar dan luka sayat tikus putih betina. Salep ekstrak daun mangkokan 10% juga menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar dan luka sayat tikus putih betina. Namun, salep ekstrak daun tidak terdapat perbedaan efektivitas terhadap luka bakar dan luka sayat pada tikus putih betina.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI Staphylococcus aureus. Anna Pradiningsih; Bambang Karsidin; Nunung Komalasari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/43b9y010

Abstract

Salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar adalah Daun Sirih (Piper betle L.). Daun Sirih mempunyai kandungan kimia, khususnya bagian daun seperti minyak atsiri berisikan senyawa kimia seperti fenol dan senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol. Kandungan daun sirih lainnya adalah karoren, asam nikotinat, riboflavin, tanin, vitamin C, tiamin, gula, patin, dan asam amino. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus dan pada konsentrasi berpakah yang paling efektif, serta untuk mengetahui kestabilan salep ekstrak daun sirih pada waktu dan suhu tertentu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan uji Anava Satu Arah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa salep ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus, sedangkan konsentrasi 10%,15%, dan 20% tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif (salep burnazin). Berdasarkan hasil uji stabilitas menunjukan sediaan salep ekstrak daun sirih stabil selama penyimpanan. Simpulan bahwa salep ekstrak daun sirih memiliki efektivitas terhadap luka bakar bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus.
UJI EFEKTIVITAS HAIRTONIC EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI JANTAN Anna Pradiningsih; Ririn Rismawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/h1q4ve82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penumbuh rambut Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap kelinci jantan. Pengujian dilakukan dengan mengukur panjang rambut setiap hari ke-7, 14, 21 dan 28 hari, yang dibagi menjadi 6 daerah pengolesn, yaitu Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 5%, Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 7%, Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 9%, kontrol positif (Hairtonic merk X), kontrol negatif (Basis Hairtonic) dan Kontrol normal tanpa pengolesan. Hasil penelitian menunjukan adanya efek penumbuh rambut pada Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan konsentrasi 5%, 7%, 9% dan kontrol positif. Hasil data statistik diuji normalitas dan homogenitas dengan aplikasi SPSS versi 21 yang dilanjutkan dengan uji Uji Kruskal-Wallis yang menunjukan formula hairtonic ekstrak biji alpukat memiliki efektivitas sebagai penumbuh rambut pada kelinci selanjutnya dilakukan uji Uji ann-Whitney untuk uji perbandingan antar kelompok hasilnya Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 7% dan 9% memiliki efek penumbuh rambut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif.
UJI EFEKTIVITAS MINYAK BIJI ALPUKAT (Perseae americana,Mill) SEBAGAI PENAMBAH DAYA INGAT TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Anna Pradiningsih; Devi Maypriyanti Liveta
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/65qkw564

Abstract

Tanaman Alpukat (Perseae americana, Mill) berasal dari Amerika Tengah, zat aktif yang terkandung dalam biji Alpukat (Perseae americana) adalah Omega-3. Omega 3 adalah asam lemak tidak jenuh.Mekanisme omega-3 terhadap pertumbuhan otak adalah sebagai antioksidan yang dapat mendegenerasi sel-sel otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada kadar berapa minyak biji Alpukat (Perseae americana, Mill) dapat menambah daya ingat pada mencit putih jantan (Mus usculus). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimental. Dengan hewan uji yang digunakan adala mencit putih jantan sebanyak 15 mencit yang dibagi dalam 5 kelompok. Uji dilakukan dengan menggunakan metode statistik dengan berbagai dosis minyak biji Alpukat ((Perseae americana, Mill)) 5 ml /kg bb, 25 ml/kg bb, dan 50 ml/kg bb, Syrup encephabol, dan aquadest. Hasil penelitian diperoleh perbedaan pada setiap konsentrasi minyak biji Alpukat (Perseae americana, Mill), dosis paling efektif dalam meningkatkan daya ingat pada mencit putih jantan adalah 50 ml/kg bb, karena semakin besar dosis yang digunakan makan peningkatan daya ingat semakin efektif.Analisa data menghasilkan bahwa dengan menggunakan Uji Mann Whitney ketiga dosis memiliki perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.