Swamedikasi adalah perilaku pengobatan sendiri berdasarkan diagnosis dari gejala sakit yang dialami. Namun, pengobatan sendiri dapat menyebabkan kerugian jika terjadi kesalahan dalam penggunaan obat yang tidak sesuai dengan informasi dan jika pengobatan sendiri dilakukan tidak secara rasional maka dapat menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi analgetik dismenorea sebelum dan sesudah pemutaran video edukasi, mengetahui pengaruh pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemutaran video swamedikasi analgetik dismenorea, dan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan berdasarkan sosiodemografi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode preexperimental design tipe one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Chi Square. Rata-rata tingkat pengetahuan pretest sebesar 92,86% (kategori baik) dan posttest sebesar 95,20% (kategori baik). Dari hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.036 ≤ 0.05, yang berarti ada pengaruh terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemutaran video pada siswi multimedia SMKN 1 Anjatan. Sedangkan dari hasil uji Chi Square menunjukan adanya pengaruh sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan sebelum pemutaran video yaitu riwayat menstruasi nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.014 (0.014 ≤ 0.05) dan riwayat dismenorea nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.005 (0.005 ≤ 0.05). Setelah pemutaran video faktor sosiodemografi yang berpengaruh adalah usia nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000 (0.000 ≤ 0.05) dan riwayat menstruasi nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.043 (0.043 ≤ 0.05).