Ahmad Azrul Zuniarto
Universitas YPIB Majalengka

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Swamedikasi Obat Analgetik pada Siswa di SMAN 3 Cirebon Febia Nurrahma Berlian; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Encis Rubihatlan; Ajni Minhatul Maula; Azriel Farhan Alfawwaz; Akil Salafi; Deby Sri Virgianti
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.216

Abstract

ABSTRAKSwamedikasi adalah pemilihan dan penggunaan obat oleh individu atau anggota keluarga tanpa instruktur okter, untuk mengobati kondisi yang dikenali ataupun didiagnosis sendiri. Analgetic atau yang sering disebut dengan obat penghalang rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang swamedikasi obat analgetik di SMAN 3 Cirebon, untuk mengetahui persepsi siswa tentang swamedikasi obat analgetik di SMAN 3 Cirebon, untuk mengetahui tingkat tingkat pengetahuan dan persepsi siswa terhadap swamedikasi obat analgetik berdasarkan karakteristik siswa, dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi siswa terhadap swamedikasi obat analgetik berdasarkan indikator soal yang dinilai. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desaain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan e-quisioner (google form) yang diberikan kepada 82 respponden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik analisa data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian tingkat pengetahuan dan persepsi siswa tentang swamedikasi obat analgetik di SMAN 3 Cirebon diketahui tingkat pengetahuan memperoleh nilai  rata-rata 78,96% termasuk kedalam kategori baik. Dan persepsi siswa memperoleh nilai rata-rata 83,63% termasuk kedalam kategori sangat baik. Berdasarkan karakteristik responden yang mempunyai pengetahuan baik dan persepsi dangat baik paling banyak terdapat pada usia 16 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan orangtua sebagai karyawan swasta, nyeri yang di derita responden 1 bulan terkahir yaitu nyeri badan/otot, Riwayat penggunaan obat yaitu parasetamol dan tempat mendapatkan obat yaitu Apotek. Tingkat pengetahuan siswa tentang swamedikasi obat analgetik berdasarkan indicator soal yang dinilai dengan benar yaitu : 78,66% pada indikator tingkat keamanan dan ketepatan penggunaan obat, 74,39% pada indikator dosis obat, 93,9% pada indikator kegunaan obat obat, 64,63% pada indikator cara penggunaan obat 74,39% pada inidkator efek samping obat, 89,02% pada inidkator cara penyimpanan, 97,56% pada indicator waktu kadaluwarsa obat, dan 64,63% pada inidkator pemusnahan obat.Kata kunci: Swamedikasi, Analgetik, Tingkat Pengetahuan, Persepsi
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN ISPA PUSKESMAS WARUNGPRING PEMALANG JAWA TENGAH Dhea Novakinanda Regar; Vivi Afiyatun Nahdliyah; Ahmad Azrul Zuniarto; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan bagian dari Medication Error (ME) yang dihadapi hampir semua negara di dunia. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepataan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien, dalam menggunakan Antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif melalui pengambilan data rekam medik secara prospektif. Dari 168 kasus pasien ISPA pada Februari tahun 2022 jumlah sampel yang diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang tercatat menderita ISPA yang mendapatkan Antibiotik. Pengambilan data menggunakan teknik random sampling, dilakukan Bulan Maret 2022.  Hasil penelitian dari 118 kasus pasien ISPA menunjukkan kejadian DRPs kategori ada indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (12,71%), tidak ada obat tanpa indikasi, tidak ada ketidaktepataan pemilihan obat, dosis tertalu rendah sebanyak 10 kasus (8,47%), dan dosis terlalu tinggi sebanyak 7 kasus (5,94 %). Sementara itu untuk DRPs kategori efek samping obat paling banyak terjadi mual/muntah dengan presentase 35,59% dan DRPs tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah yaitu sebesar 49,20%. Sehingga dapat disimpukan bahwa presentase terbesar DRPs penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang yaitu terkait efek samping pengobatan dan kepatuhan pasien. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL SERBUK LIMBAH IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN BAHAN TAMBAHAN KULIT BIJI PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas fluorescens Dwi Meiria A; Ris Ayu Nuari; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Tita Haerunnisa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antibakteri digunakan untuk menghambat pertumbuhan danreproduksi bakteri, terutama bakteri yang bersifat merugikan. Pseudomonas fluorescens merupakan salah satu mikroorganisme antagonis untuk pengendalian hayati dan penginduksi ketahanan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan granul limbah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta untuk mengetahui pada konsentrasi berapa yang paling efektif. Metode penelitian ini adalah metode experimen dengan metode cetak lubang. Variabel bebasnya adalah granul pakan dari serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) pada konsentrasi 35% dan bahan pengikat pati kulit padi sebanyak 0,4 Kg dengan konsentrasi pengenceran 1%, 2%, dan 4%. Uji Antibakteri dilakukan secara aseptis menggunakan metode difusi sumuran dengan media agar NA. Dari hasil data uji normalitas adanya data yang tidak berdistribusi normal sehingga pengujian dilanjutkan dengan uji non- parametrik Kruskal Wallis. Dihasilkan nilai Asmyp. Sig 0,001 < 0,05 yang dapat diartikan H0 ditolak H1 diterima, yang artinya granul serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) mempunyai aktivitas antibakteri Pseudomonas fluorescens. Hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 2% menunjukan hasil nilai signifikasi 0,076 > 0,050 dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 2% karena tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. 
PENGARUH PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT INFLUENZADI MASYARAKAT DESA TERUSAN KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU Ahmad Azrul Zuniarto; Fitri Zakiah; Deni Nurfaizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri dan harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional. Kriteria obat rasional antara lain ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping, tidak adanya kontraindikasi, tidak adanya interaksi obat, dan tidak adanya polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Pengaruh Penggunaan Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Penyakit Influenza di Masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juni 2021. Analisis data yang digunakan adalah model analisis regresi liniear sederhana dengan SPSS versi 25 dari data pre test dan post test. Berdasarkan hasil uji, tingkat pengetahuan swamedikasi influenza dengan total jawaban pada Pre test yaitu 1583 dengan nilai rata-rata 15,83 sedangkan pada Post test memperoleh nilai 1817 dengan nilai rata-rata 18,17. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan leaflet terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi influenza di masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. 
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TOGA DENGAN PEMANFAATAN TOGA PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi TW; Yenny Sri Wahyuni; Tatik Sofiyani Suhada; Rai Fadiilah Akbar
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/p20y6q24

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga sudah ada sejak jaman dahulu. Diantara manfaat dan kegunaannya baik untuk upaya peningkatan kesehatan, mencegah dari penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan. Berdasarkan hasil laporan nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, proporsi pemanfaatan TOGA di Indonesia sebesar 24,6%. Pemanfaatan TOGA untuk kesehatan balita dapat diawali dari tanaman yang ada di pekarangan rumah atau di lingkungan tempat tinggal. Dengan pengetahuan yang benar tentang pemanfaatan TOGA bagi kesehatan balita akan mendorong peningkatan pengobatan balita yang sakit maupun mencegah sakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden ibu anak stunting. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian. Hasil uji tingkat pengetahuan tentang TOGA terdapat 44 responden dengan pengetahuan baik (88%). Perilaku pemanfaatan TOGA dengan kategori cukup 26 responden (52%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting dengan nilai p-value sebesar 0,001, korelasi sedang (0,455) dengan arah korelasi positif. 
HUBUNGAN POLA TIDUR TERHADAP ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM 45 KUNINGAN Ade Joharudin; Ahmad Azrul Zuniarto; Aulia Pebriyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/08ydnr96

Abstract

Tidur adalah fenomena alam kebutuhan manusia untuk menyeimbangkan metabolisme dan biokimia tubuh. Namun pola tidur yang buruk dapat menyebabkan hormon yang mengatur tekanan darah tidak bekerja dengan baik sehingga berdampak terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola tidur terhadap angka kejadian hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum 45 Kuningan. Penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik menggunakan desain crosssectional dengan cara menghimpunkan semua data serentak pada saat bersamaan. Polulasi penelitian ini merupakan pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi pada bulan Juni sampai Oktober 2023 dengan jumlah responden yaitu 39 orang menggunakan kuesioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI) yang dilakukan dengan mewawancara langsung pasien dan hasilnya dikategorikan menjadi pola tidur baik dan buruk serta tekanan darah pasien dilihat dari data rekam medis di kategorikan menjadi hipertensi stadium I dan hipertensi stadium II. Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat memakai uji statistik korelasi spearman melalui derajat kemaknaan 5%. Distribusi frekuensi tekanan darah responden mengalami hipertensi stadium I sebanyak 23 orang (59,0%). Responden lebih banyak mengalami pola tidur buruk sebanyak 24 orang (61,5%). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman diperoleh p value sebesar 0,001 (p value <0,05) dapat dinyatakan terdapat hubungan pola tidur terhadap angka kejadian hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum 45 Kuningan dan didapatkan hasil correlation coefficient (r) sebesar 0,519 yang dapat dinyatakan adanya hubungan yang sangat kuat 
PENGARUH EDUKASI DAGUSIBU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERKAIT ANTIBIOTIKA DI KELURAHAN PARUNG SUBANG Ahmad Azrul Zuniarto; Aman Budi Santoso; Deby Sri Virgianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/mdaf3x47

Abstract

Berbagai studi menunjukkan bahwa 40-62% penggunaan antibiotik di Indonesia tidak tepat sehingga menimbulkan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang) antibiotik yang berdampak terhadap sikap dan perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil pra-survei yang dilakukan peneliti, masyarakat Kelurahan Parung Subang menunjukkan perilaku penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi DAGUSIBU terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait antibiotika di Kelurahan Parung Subang. Metode penelitian ini menggunakan metode quasy experimental design dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 88 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner pre-test dan post-test serta leaflet sebagai media untuk melakukan edukasi. Hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan t paired sample test. Tingkat pengetahuan meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori kurang (64,77%) menjadi kategori baik (60,23%). Adapun perilaku meningkat setelah dilakukannya edukasi dengan persentase tertinggi berada di kategori baik (95,45%) menjadi kategori sangat baik (100,00%). Dari hasil uji statistik diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar (0,00) < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan media leaflet memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik diKelurahan Parung Subang. 
PENGARUH VIDEO SWAMEDIKASI ANALGETIK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DISMENORE PADA SISWI MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 ANJATAN Dosi Ahmad Yani; Ahmad Azrul Zuniarto; Panisa Mega Amelia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/q34aee11

Abstract

Swamedikasi adalah perilaku pengobatan sendiri berdasarkan diagnosis dari gejala sakit yang dialami. Namun, pengobatan sendiri dapat menyebabkan kerugian jika terjadi kesalahan dalam penggunaan obat yang tidak sesuai dengan informasi dan jika pengobatan sendiri dilakukan tidak secara rasional maka dapat menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi analgetik dismenorea sebelum dan sesudah pemutaran video edukasi, mengetahui pengaruh pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemutaran video swamedikasi analgetik dismenorea, dan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan berdasarkan sosiodemografi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode preexperimental design tipe one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Chi Square. Rata-rata tingkat pengetahuan pretest sebesar 92,86% (kategori baik) dan posttest sebesar 95,20% (kategori baik). Dari hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.036 ≤ 0.05, yang berarti ada pengaruh terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemutaran video pada siswi multimedia SMKN 1 Anjatan. Sedangkan dari hasil uji Chi Square menunjukan adanya pengaruh sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan sebelum pemutaran video yaitu riwayat menstruasi nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.014 (0.014 ≤ 0.05) dan riwayat dismenorea nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.005 (0.005 ≤ 0.05). Setelah pemutaran video faktor sosiodemografi yang berpengaruh adalah usia nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000 (0.000 ≤ 0.05) dan riwayat menstruasi nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.043 (0.043 ≤ 0.05). 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SALAGEDANG Yudha Fahmi; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Almanda Amelia Utami
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/571p6h36

Abstract

Anemia pada ibu hamil disebabkan karena meningkatnya volume plasma dalam darah dan defisiensi zat besi. Pada ibu hamil konsumsi zat besi digunakan sebagai salah satu upaya penanggulangan kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Salagedang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji Univariat dan Uji Bivariat. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil berada pada kategori baik sebesar 70%, kategori cukup 23%, dan kategori kurang 6%. Tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah berada pada kategori kepatuhan tinggi sebesar 76%, kepatuhan sedang 20%, dan kepatuhan rendah 3%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil, dengan nilai p = 0,001 (p ≤ 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Salagedang tahun 2024.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN ADHERENCE MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN KALIJAGA CIREBON Dwi Meiria A; Ahmad Azrul Zuniarto; Yenny Sri Wahyuni; Apriyadi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/ezzrct60

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg  pada dua kali pengukuran dalam keadaan istirahat, sesuai pedoman World Health Organization (WHO, 2021). Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi yang tinggi, termasuk di Kota Cirebon dengan 2.319 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan, tingkat adherence, hubungan tingkat pengetahuan dengan adherence, serta hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi pada lansia di Kelurahan Kalijaga, Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasi dengan menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 32 lansia. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi yang tervalidasi, terdiri dari 15 item, dengan kategori skor rendah (<56%), sedang (56-75%), dan tinggi (>75%). Pengukuran tingkat adherence minum obat diukur menggunakan instrument Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang diklarifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang, namun tingkat adherence minum obat masuk dalam kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi (χ², p < 0,001; OR= 48,75). Selain itu, tingkat pendidikan juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan adherence minum obat (p = 0,046). Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan berupa jumlah sampel yang relative kecil, desain cross-sectional, serta penggunaan instrument self-report. Hasil penelitian mengindikasikan perlunya intervensi edukasi yang lebih terstruktur dan pemantauan minum obat untuk meningkatkan adherence pada lansia hipertensi.