Luky Septiansyah Anjastika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SARI BELIMBING WULUH TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA KALDU DAGING SAPI Tiara Lofansa; Subagja; Luky Septiansyah Anjastika
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/9e1b7h68

Abstract

Belimbing wuluh atau belimbing asam merupakan tanaman asli berasal dari negara Indonesia dan juga ditemukan di daratan Malaya. Kaldu adalah hasil yang diperoleh dari daging sapi, daging ayam, atau daging unggas caranya dengan memasak bahan yang kaya air dan protein, tanpa atau dengan penambahan bumbu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari belimbing wuluh terhadap kadar asam lemak bebas dan mengetahui konsentrasi yang paling besar dalam menurunkan kadar asam lemak bebas. Penurunan asam lemak bebas pada kaldu merupakan langkah awal dalam upaya memperbaiki kualitas rasa, dan kestabilan dalam penyimpanan kaldu dapat lebih panjang. Metode yang digunakan adalah metode titrasi alkalimetri dengan menambahkan sari belimbing wuluh pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% ke dalam kaldu melalui proses perebusan. Pengujian mencakup uji kadar asam lemak bebas dan uji kadar asam sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berpengaruh dalam menurunkan kadar asam lemak bebas pada kaldu daging sapi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penambahan sari belimbing wuluh dengan berbagai konsentrasi berpengaruh dalam menurunkan kadar asam lemak bebas pada kaldu, dengan konsentrasi 30% memberikan penurunan yang paling besar.
UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA KRIM EKSTRAK KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP KRIM EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Rahma Nafi’ah; Luky Septiansyah Anjastika; Dina Nurdiasih
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/38a02p60

Abstract

Senyawa tabir surya dari bahan alam bekerja untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, sehingga semakin banyak dikembangkan. Salah satu bahan alam yang memiliki nilai SPF yang berfungsi sebagai tabir surya adalah Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) mengandung senayawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%.  Sampel diuji nilai eritema dan pigmentasi dengan melihat nilai transmitan dan menguji nilai SPF dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji nilai SPF krim ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan krim ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki nilai SPF dengan kategori minimal pada formulasi X1 dan Z1, 2,08124 ; 2,2913, kategori sedang pada formulasi X2, X3, Z2, dan Z3 yaitu 4,32187 ; 5,0986 ; 4,20037 ; 5,08684. Hasil perbandingan uji aktivitas tabir surya krim ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap krim ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) menunjukkan tidak ada perbedaan aktivitas tabir surya..