Rahma Nafi’ah
Universitas YPIB Majalengka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCEA INDICA L.) SEBAGAI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT UNTUK MENINGKATKAN NILAI KESUKAAN Rahma Nafi’ah; Subagja; Ayu Puji Astuti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/9vq75e28

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L.) mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, polyninyl, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik formula granul effervescent ekstrak daun beluntas dan uji kesukaan dari 3 formula yang menvariasikan komponen asam dan basa. Granul effervescent dibuat dengan metode granulasi basah dengan perbandingan asam sitrat : asam tartrat : natrium bikarbonat, yaitu : F1 (7% : 10% : 33%), F2 (6% : 12% : 32%), F3 (5% : 14% : 31%). Formula diuji evaluasi fisik meliputi: uji organoleptis, uji sudut diam, uji kadar air, uji waktu dispersi, uji ketinggian buih, dan uji kesukaan pada 20 orang panelis. Hasil uji evaluasi menunjukkan bahwa formula memiliki warna hijau dengan aroma khas beluntas. F1 merupakan formula yang memiliki kelembaban yang paling rendah yaitu 0,65% dengan sudut diam 26,80°, waktu dispersi 136 detik, dan ketinggian buih 1,3 cm. Pada uji kesukaan menunjukkan bahwa formula yang paling disukai oleh panelis adalah F2 dengan nilai tingkat kesukaan 4. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formula dengan ekstrak kental sangat terbatas untuk diformulasikan dalam granul effervescent. Uji kesukaan dapat digunakan untuk menilai tingkat kesukaan formula pada panelis.
UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA KRIM EKSTRAK KULIT BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP KRIM EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) Rahma Nafi’ah; Luky Septiansyah Anjastika; Dina Nurdiasih
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/38a02p60

Abstract

Senyawa tabir surya dari bahan alam bekerja untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, sehingga semakin banyak dikembangkan. Salah satu bahan alam yang memiliki nilai SPF yang berfungsi sebagai tabir surya adalah Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) mengandung senayawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%.  Sampel diuji nilai eritema dan pigmentasi dengan melihat nilai transmitan dan menguji nilai SPF dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji nilai SPF krim ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan krim ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki nilai SPF dengan kategori minimal pada formulasi X1 dan Z1, 2,08124 ; 2,2913, kategori sedang pada formulasi X2, X3, Z2, dan Z3 yaitu 4,32187 ; 5,0986 ; 4,20037 ; 5,08684. Hasil perbandingan uji aktivitas tabir surya krim ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap krim ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) menunjukkan tidak ada perbedaan aktivitas tabir surya..
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKSTRAK BIJI SIRSAK (ANNONA MURICATA L) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ross Puspita; Rahma Nafi’ah; Eti Haryati; Anastasya Siti Nurfitroh
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/3r2xs260

Abstract

Biji sirsak (Annona muricata L.) memiliki senyawa metabolit sekunder serupa flavonoid, alkaloid, saponin serta acetogenin dengan potensi antibakteri. Riset ini memiliki tujuan evaluasi kegiatan bakteri krim ekstrak biji sirsak ke bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Riset ini termasuk riset eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Krim ekstrak biji sirsak diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu 15% (X1), 17,5% (X2), dan 20% (X3), menggunakan basis krim selaku kontrol negatif serta krim erittomisin selaku kontrol positif. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Kegiatan antibakteri diuji dengan difusi sumuran di media Nutrient agar parameter diameter zona hambat. Analisis dengan uji Saphiro, uji homogenitas, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc. Hasil riset membuktikan rata-rata diameter zona hambat ke Cutibacterium acnes di konsentrasi 15%, 17,5%, dan 20% berturut-turut sebesar 1,38 mm; 1,52 mm; dan 2,18 mm, sedangkan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1,44 mm; 1,86 mm; dan 2,34 mm. Berdasar pembagian daya hambat, keseluruhan perlakuan dianggap lemah (<5 mm). Hasil One-Way ANOVA membuktikan ada beda antar perlakuan terhadap kedua bakteri (p<0,5), sedang uji Post Hoc membuktikan konsetrasi 20% mempunyai aktivitas bakteri tinggi dibanding konstrasi 15% dan 17,5%, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan control positif. Terkait demikian, krim ekstrak biji sirsak (Annona muricata L.) mempunyai aktivitas antibakteri ke Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, namun daya hambat yang dihasilkan masih tergolong lemah. Oleh karena itu, diperlukan optimasi formulasi maupun peningkatan konsentrasi ekstrak agar diperoleh aktivitas antibakteri yang lebih optimal.