Honifa
Universitas Pakuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN RESEP SECARA ADMINISTRASI DAN FARMASETIK DI APOTEK K24 ASMAWI PADA TAHUN 2023 DAN 2024 Kurnia Kusumawati; Edgina Windi; Rori Theresia KA; Honifa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/z8w7fg97

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang berkualitas menuntut kelengkapan resep. Kelengkapan resep secara administratif maupun farmasetik diperlukan untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi pasien. Ketidaklengkapan resep dapat meningkatkan risiko medication error, terutama pada tahap dispensing dan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kelengkapan resep pasien di Apotek K24 Asmawi pada tahun 2023 dan 2024, sebagai upaya evaluasi mutu dokumentasi resep dan peningkatan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode retrospektif terhadap 672 lembar resep pasien yang diterima di Apotek K24 Asmawi pada tahun 2023 dan 2024. Data diklasifikasikan berdasarkan kelengkapan administratif (identitas pasien dan dokter) serta farmasetik (bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan dosis). Analisis dilakukan dengan menghitung persentase kelengkapan setiap elemen resep pada kedua tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek administratif seperti nama pasien, nama dokter, SIP, alamat praktik, paraf, dan tanggal resep telah terpenuhi 100% pada kedua tahun. Untuk penulisan data berat badan menunjukkan peningkatan dari tahun 2023 – 2024 yaitu 73,3% dan 98,5%, dan data tinggi badan serta 61,6% dan 90,8%. Pada aspek farmasetik, penulisan dosis telah konsisten 100%, sementara bentuk dan kekuatan sediaan menunjukkan peningkatan dari tahun 2023 ke 2024. Studi menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penulisan data berat badan dan tinggi badan pada resep di Apotek K24 Asnawi pada tahun 2023 – 2024, sedangkan kelengkapan administratif identitas pasien dan dokter resep) dan kelengkapan farmasetik (bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan dosis) telah terpenuhi sepenuhnya.
ANALISIS BIAYA-EFEKTIVITAS KRIM SCABIMITE® DIBANDING PERMETRIN DALAM TERAPI SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-MANSHURIYAH Honifa; Nisa Najwa Rokhmah; Oktaviana Zunnita; Muhamad Akmal Syahni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/efebcg14

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan pondok pesantren dan kerap dianggap tidak berbahaya sehingga kurang mendapat perhatian dalam penanganannya. Kondisi ini dapat berdampak pada tingginya angka kejadian serta penularan antar santri. Oleh karena itu, pemilihan terapi yang efektif dan efisien menjadi penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan serta membandingkan efektivitas biaya penggunaan krim Scabimite® 5% dan krim permethrin 5% pada pasien skabies di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA). Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan farmakoekonomi. Data biaya obat dihitung sebagai biaya langsung medis, sedangkan efektivitas terapi diukur berdasarkan tingkat keberhasilan pengobatan pasien. Analisis dilakukan dengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya obat pada pasien yang menerima krim permetrin 5% sebesar Rp63.700, sedangkan pada pasien yang menerima krim Scabimite® 5% sebesar Rp143.258. Nilai ACER krim permetrin 5% sebesar Rp756,44 lebih rendah dibandingkan dengan Scabimite® 5% sebesar Rp1.432. Nilai ICER sebesar Rp5.038 menunjukkan adanya tambahan biaya untuk setiap peningkatan satu unit efektivitas. Dapat disimpulkan bahwa krim permetrin 5% merupakan terapi yang paling costeffective dibandingkan Scabimite® 5% pada pengobatan skabies.