Pelayanan kefarmasian yang berkualitas menuntut kelengkapan resep. Kelengkapan resep secara administratif maupun farmasetik diperlukan untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi pasien. Ketidaklengkapan resep dapat meningkatkan risiko medication error, terutama pada tahap dispensing dan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kelengkapan resep pasien di Apotek K24 Asmawi pada tahun 2023 dan 2024, sebagai upaya evaluasi mutu dokumentasi resep dan peningkatan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode retrospektif terhadap 672 lembar resep pasien yang diterima di Apotek K24 Asmawi pada tahun 2023 dan 2024. Data diklasifikasikan berdasarkan kelengkapan administratif (identitas pasien dan dokter) serta farmasetik (bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan dosis). Analisis dilakukan dengan menghitung persentase kelengkapan setiap elemen resep pada kedua tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek administratif seperti nama pasien, nama dokter, SIP, alamat praktik, paraf, dan tanggal resep telah terpenuhi 100% pada kedua tahun. Untuk penulisan data berat badan menunjukkan peningkatan dari tahun 2023 – 2024 yaitu 73,3% dan 98,5%, dan data tinggi badan serta 61,6% dan 90,8%. Pada aspek farmasetik, penulisan dosis telah konsisten 100%, sementara bentuk dan kekuatan sediaan menunjukkan peningkatan dari tahun 2023 ke 2024. Studi menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penulisan data berat badan dan tinggi badan pada resep di Apotek K24 Asnawi pada tahun 2023 – 2024, sedangkan kelengkapan administratif identitas pasien dan dokter resep) dan kelengkapan farmasetik (bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan dosis) telah terpenuhi sepenuhnya.