Eka Martyani
Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Konstruksi Klausul Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Pada Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Di Bidang Sumber Daya Alam: Construction of the Clause of Environmental Social Responsibility in the Deed of Amendment to the Articles of Association of Limited Liability Companies in the Sector of Natural Resources Nayu Triska Wulan Dari; Martyani, Eka
JURNAL YURIDIS UNAJA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL YURIDIS UNAJA
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jyu.v6i1.809

Abstract

Article 74 of the Company Law requires companies that carry out business activities in the field of and/or related to natural resources to carry out Environmental Social Responsibility, in which these obligations are budgeted and calculated as Company costs by taking into account propriety and fairness. Which budgeting is carried out based on the company's work plan which is reported in the annual report at the General Meeting of Shareholders, furthermore, Article 1 paragraph (3) UUPT states TJSL is a commitment from the company to participate in a sustainable economic development that is useful for improving the quality of life and a beneficial environment for all stakeholders. As with this commitment, the company should have the desire to include one of the clauses regarding TJSL, one of which is in the deed of amendment to the company's articles of association, even though Article 15 of the Company Law does not regulate the existence of a component of environmental social responsibility. The legal issue in this paper is a conflict of norms in the Company Law which states an obligation and is in the form of a commitment, but does not become a component in the company's articles of association. The problem studied is why it is important for the TJSL clause to be included in the deed, and how the construction of the clause is, with the aim of knowing the importance and form of the calculus if included in the deed of amendment to the company's budget. This type of research leads to normative juridical, using statutory approaches, conceptual approaches through primary, secondary and tertiary legal materials. The results of this study with the inclusion of the TJSL clause can provide legal certainty in carrying out obligations, as a reminder (alarm) for the company, and the creation of legal order, the TJSL clause is either incorporated in the profit earning article or in a separate article on the deed of amendment to the articles of association either through the Partij deed (the parties) or Relaas deed (meeting minutes)
PEMANFAATAN APLIKASI CAMTASIA DAN YOUTUBE DALAM PEMBUATAN VIDEO E-LEARNING Ikke Yamalia,; Eka Martyani
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 4 No. 2 (2021): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/c1hj9d64

Abstract

Sistem pembelajaran e-learning sekarang sangat diperlukan disemua jenjang Pendidikan formal maupun informal. Situasi pandemi yang naik turun atau tidak menentu membuat proses pembelajaran menjadi tidak optimal. E-learning menjadi salah satu cara agar proses belajar mengajar disetiap jenjang Pendidikan tetap dapat berjalan. Banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat video pembelajaran. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah aplikasi Camtasia dan video tersebut dapat disharing ke siaran youtube masing-masing pengajar. Camtasia salah aplikasi editing video dan rekam layar desktop yang cukup mudah untuk digunakan oleh para pengajar. Sementara Youtube merupakan salah satu media yang paling popular saat ini. Dengan adanya pembuatan video e-learning yang di sharing ke media youtube diharapkan dapat membantu peserta didik lebih memahami materi pembelajaran yang ada.
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIBIT SEMANGKA NON BIJI Eka Martyani
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 4 No. 2 (2021): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/qz7vc835

Abstract

Semangka di Indonesia adalah salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani, karena selain memiliki beberapa manfaat kesehatan semangaka juga mempunyai harga jual yang tinggi. Banyaknya jenis Semangka non biji terkadang membuat para petani bingung untuk memilih bibit yang cocok dan sesuai terutama untuk petani yang belum berpengalaman. Terlebih lagi virus dan bakteri Semangka yang beranekaragam menjadi salah satu kebimbangan para petani untuk memilih bibit yang sesuai dan tidak mengalami kerugian saat panen. Dalam sistem pendukung keputusan ini, digunakan penggabungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan alternatif terbaik dari bibit semangka non biji yang akan dipilih. Lima kriteria dasar yang digunakan yakni Kadar Gula (Brix)%, Ketahanan terhadap penyakit, Umur panen (HST), Bobot buah (kg/buah), Potensi hasil (Ton/Ha). Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot dari setiap kriteria untuk menghasilkan alternatif terbaik. Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan mampu memberikan bantuan dan rekomendasi alternatif terbaik kepada petani dalam memilih bibit semangka non biji unggul yang sesuai dengan kebutuhan.
Interaksi Teknologi Komputer Implikasi, Tantangan, dan Peluang dalam Masyarakat Martyani, Eka; Ikke Yamalia
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 6 No. 1 (2023): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/fhcgkj37

Abstract

ABSTRACT The dynamics of interaction between developments in computer technology and changes in society. The main focus of this journal is on the complex interrelationships between computer technology, culture, and social structures. Through an interdisciplinary approach, this article outlines the profound implications, challenges faced, and opportunities created by the spread and penetration of computer technology in people's daily lives. This study explores significant changes in the way people interact, communicate, and adapt to computer technology. Along with technological evolution, society has undergone complex social and cultural transformations. The social implications of the development of computer technology form new dynamics in communication patterns, interpersonal interactions, and cultural understanding. However, in this context, there are also ethical challenges that need to be addressed, including issues of privacy, surveillance, and social impact that are not yet fully understood. In addition to challenges, this journal also highlights the great opportunities that arise from the integration of computer technology. Innovations in areas such as education, business, arts, and political participation have been driven by these technological developments. Society faces new opportunities to create creative and responsive solutions to global problems through the use of technology. This journal provides in-depth insight into the relationship between computer technology and society. This research embraces the complexities of the interactions between the two, illustrating a more holistic understanding framework. By understanding the implications, facing challenges, and taking advantage of the opportunities presented by developments in computer technology, people can direct the use of technology towards a positive and sustainable impact in their daily lives.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN STB TELEVISI DENGAN METODE AHP MENGGUNAKAN SOFTWARE EXPERT CHOICE Martyani, Eka; Ikke Yamalia
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 7 No. 1 (2024): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan set-top box (STB) televisi menjadi semakin penting seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan hiburan digital. Dalam konteks ini, metode Analytic Hierarchy Process (AHP) telah menjadi pendekatan yang umum digunakan untuk mengatasi kompleksitas dalam pengambilan keputusan. Artikel ini membahas penggunaan perangkat lunak Expert Choice dalam aplikasi AHP untuk pemilihan STB televisi. Expert Choice memberikan platform yang kuat untuk menerapkan konsep AHP dengan lebih efisien, membantu pengguna dalam mengembangkan hierarki kriteria, melakukan perbandingan berpasangan, dan menghasilkan hasil akhir yang konsisten. Dalam penggunaan Expert Choice untuk aplikasi AHP dalam pemilihan STB televisi, langkah pertama melibatkan pembuatan hierarki yang terstruktur dengan baik. Hierarki ini mencakup kriteria utama seperti kualitas gambar, fitur tambahan, harga, dan keandalan. Sub-kriteria seperti resolusi, dukungan aplikasi, konektivitas, dan performa dapat ditambahkan dalam tingkat hierarki yang lebih rendah. Expert Choice memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memasukkan dan mengelompokkan kriteria ini, membantu dalam mengorganisir proses pengambilan keputusan yang kompleks. Selanjutnya, Expert Choice memfasilitasi perbandingan berpasangan antara kriteria dan sub-kriteria dalam hierarki. Pengguna dapat memberikan bobot preferensi relatif untuk setiap perbandingan, menggambarkan tingkat kepentingan relatif dari satu kriteria terhadap yang lain. Perangkat lunak ini secara otomatis menghitung skor konsistensi untuk memastikan bahwa preferensi yang diberikan oleh pengguna tidak bertentangan. Hal ini meningkatkan validitas hasil akhir dari proses pemilihan STB televisi berdasarkan AHP. Dengan penggunaan Expert Choice dalam aplikasi AHP, pemilihan STB televisi menjadi lebih terstruktur, transparan, dan mudah dipahami. Keputusan akhir dapat dihasilkan berdasarkan perhitungan matematis yang kuat, mengurangi potensi bias dan ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, penggunaan Expert Choice dalam aplikasi AHP tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam memilih STB televisi yang sesuai dengan preferensi pengguna, tetapi juga memberikan landasan yang lebih kuat bagi keputusan yang didasarkan pada analisis komprehensif.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Destinasi Wisata Danau di Provinsi Jambi Eka Martyani; Ikke Yamalia; Rd. Rahmat Dauli
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 4 No. 1 (2021): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/ysj9xr75

Abstract

Objek wisata adalah perwujudan dari ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi. Provinsi jambi memiliki banyak danau populer yang masih belum terekspos ke publik, sejumlah danau ini merupakan tempat terbaik bagi wisatawan untuk menikmati wisata perairan. Namun disini akan dibahas beberapa destinasi danau saja. Dengan jumlah objek wisata danau yang lumayan banyak, terkadang membuat wisatawan ragu memilih objek wisata yang akan dikunjungi apabila ke Provinsi Jambi. Untuk mengatasi masalah tersebut Dalam sistem pendukung keputusan ini, digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan alternatif terbaik dari destinasi wisata danau yang akan dipilih. Enam kriteria dasar yang digunakan yakni jarak tempuh, transportasi, fasilitas, biaya tiket masuk, pemandangan, dan keamanan. Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot dari setiap kriteria untuk menghasilkan alternatif terbaik. Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan mampu memberikan bantuan dan rekomendasi alternatif terbaik kepada wisatawan dalam memilih tujuan destinasi wisata yang sesuai dengan keinginan.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tempat Nongkrong dengan Metode Analytical Hierarchy Process Eka Martyani; Santoso
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 2 No. 1 (2019): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/rgrfey05

Abstract

Nowadays hangout can be found everywhere. Regardless of age or circles and anywhere. It is undeniable that as time goes by hangout will continue to grow according to market needs. Judging from the benefits of this hangout place is actually just a place to communicate whether chatting or chatting to friends and family. With a variety of hangouts in this era, business people can attract the attention of many people, especially the millennials. The number of hangouts at this time, making this study take a sample of four types of hangouts that are of interest to today's millennials and based on market share data in Indonesia, the decision shows that the highest priority weight is The Clave with a value of 0.335 or 33%. respondents tend to choose The Clave as the best Millennial Hangout in terms of menu, price, facilities and photogenic. Followed by D & C with a value of 0.286 or 29%, then Warung Upnormal with a value of 0.241 or 24% and the last is Es Bidadari with a value of 0.138 or 14%. This research was made using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. By using the AHP method, it is hoped that it can help the selection of hangouts that are in great demand by millennials and decent and affordable prices.
Membangun Internet Sehat dengan Aplikasi Squid Santoso; Eka Martyani
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 2 No. 1 (2019): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/a0casx94

Abstract

Internet merupakan sarana yang cepat berkembang dan sangat dibutuhkansaat ini, khususnya pada dunia pendidikan internet sudah menjadi bagian penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. Namun pemanfaatan internet sering pemanfaatan yang tidak selayaknya. Di dunia pendidikan hendaknya perlu dibatasi penggunaan dan tidak diizinkan untuk membuka sosial media dan situs negatif. Untuk itu perlu teknik dalam mengatasi hal tersebut perlu adanya akses filter bagi pengguna internet hotspot agar terciptanya internet sehat. Dengan menggunakan router dengan aplikasi squid dapat mengatasi hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) Waterfall.
Analisis Lingkup Business Architecture Enterprise (Studi Kasus: Universitas Adiwangsa Jambi) Brestina Gultom; Eka Martyani; Dwi Hartini
JOURNAL VISION TECHNOLOGY (V-TECH) Vol. 1 No. 1 (2018): JOURNAL V-TECH (VISION TECHNOLOGY)
Publisher : LPPM Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/9d05xh56

Abstract

Arsitektur enterprise bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara bisnis dan teknologi informasi bagi kebutuhan organisasi. Keberhasilan penerapan arsitektur enterprise tidak terlepas dai bagaimana suatu organisasi merencakan dan merancang arsitektur enterprise terse Dalam paradigma merencanakan arsitektur enterprise, perlu dilakukan tahapan analisis lingkup bisnis architecture enterprise guna untuk mengetahui fungsi-fungsi bisnis dalam organisasi serta hubungan fungsi bisnis dengan stakeholder, yang kemudian dapat diperoleh gambaran atau blue print yang diperlukan pada proses pengembangan arsitektur enterprise. Pemodelan lingkup bisnis architecture enterprise organisasi dapat menggunakan value chain diagram dan use case diagram.
Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Belanja Online ( E-Commerce) Martyani, Eka; Yamalia, Ikke
Jurnal Teknologi informasi dan Ilmu Komputer Vol. 1 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Nolsatu Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempuran teknologi dan aplikasi pada era digital sekarang ini hampir sudah merambah di semua sektor ekonomi, tidak terkecuali transaksi pembelian dan penjualan secara daring atau online.Tingkat transaksi penjualan dan pembelian juga meningkat. Kini banyak konsumen atau pelanggan yang beralih dari belanja offline atau langsung ke marketnya ke belanja online baik itu melalui aplikasi atau jejaring sosial yang tersedia. Tentunya hal ini didasari dengan banyak factor yang membuat konsumen beralih dari belanja offline menjadi belanja online. Harga yang lebih murah merupakan salah satu alasan yang membuat tingkat transaksi penjualan dan pembelian belanja online ini meningkat. Penilaian kepuasan pelanggan menjadi acuan rating toko dalam belanja online yang membuat para penjual perlu meningkatkan pelayanan dan kualitas barang yang dijual agar dapat menjaga pembeli atau konsumen lama dan menarik konsumen baru. Dan banyak lagi alasan - alasan konsumen melakukan pembelian atau belanja melalui aplikasi online dan jejaring sosial yang tersedia.