Andrianus, Kenny
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PITYRIASIS LICHENOIDES PASCA VAKSINASI mRNA COVID-19 Laurensia, Riani; Nadia Yusharyahya, Shannaz; Legiawati, Lili; Astriningrum, Rinadewi; Rihatmadja, Rahadi; Andrianus, Kenny
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.514

Abstract

   Pendahuluan: Pityriasis lichenoides (PL) merupakan spektrum kelainan kulit yang tumpang tindih secara klinis maupun histopatologis dengan dua bentuk utama yaitu pityriasis lichenoides et varioliformis acuta (PLEVA) dan pityriasis lichenoides chronica (PLC). Sekitar 20% PL terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Beberapa publikasi ilmiah melaporkan PL pascavaksinasi coronavirus disease (COVID-19). Kasus: Seorang laki-laki, 64 tahun didiagnosis PL, 4 hari pascavaksinasi COVID-19 booster pertama Pfizer® sejak 14 bulan lalu. Pemeriksaan dermoskopi ditemukan dotted vessels, yellowish-orange structureless area, vesicles with red background. Pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan D-dimer 490 mG/L dan IgE 730 IU/ml. Pemeriksaan histopatologi kulit sesuai PLEVA, ditemukannya eosinofil dipertimbangkan sebagai hipersensitivitas vaksin. Perbaikan klinis signifikan tercapai dengan terapi metilprednisolon setara prednison 0.5 mg/kgBB dan doksisiklin selama 2 minggu. Diskusi: : Patogenesis PL disebabkan oleh peningkatan kompleks imun, deposit IgM, dan C3 pada vaskular taut dermo-epidermal, serta kumpulan sel sitotoksik pada dermis dan epidermis yang berkorelasi dengan hipersensitivitas tipe lambat terhadap bahan vaksin. Pemeriksaan histopatologi membantu menegakkan diagnosis. Terapi kortikosteroid dan doksisiklin memberikan respon terapi dan luaran klinis yang baik pada P. Simpulan: Kasus PL pascavaksinasi Pfizer® COVID-19, perbaikan klinis dengan terapi kortikosteroid dan doksisiklin, serta pentingnya mengawasi efek samping pascavaksinasi, pemeriksaan klinis dan evaluasi histopatologi penting dalam penegakan diagnosis.