Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANTANGAN PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH-SEKOLAH JABODETABEK Mutia, Sabrina Farah
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1236

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kendala yang muncul dan menganalisis dampak dari penerapan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka pembelajaran yang fleksibel, memberikan kebebasan kepada guru dan siswa, serta mengadopsi pendekatan yang responsif terhadap minat siswa. Kesimpulan ini didukung oleh temuan dari metode observasi dan wawancara yang dilakukan. Ditemukan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memerlukan dukungan yang komprehensif dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, dan masyarakat, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang responsif dan sejalan dengan perkembangan saat ini. Dengan menggabungkan data dari hasil observasi dan wawancara, jurnal ini memberikan kontribusi penting untuk memahami tantangan penerapan Kurikulum Merdeka di wilayah Jabodetabek. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu para pembuat kebijakan, guru, dan pihak terkait dalam merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah.
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA SUNDA DAN MINANGKABAU: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Nur Yuannisa Luthfiah; Almanda, Adelia; Mutia, Sabrina Farah; Putra, Dona Aji Karunia
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 1 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i1.33381

Abstract

This study aims to identify the extent of kinship between the Sundanese and Minangkabau languages through a comparative historical linguistic approach. The scope of the study focuses on the analysis of basic vocabulary using a list of 200 Swadesh words. The method applied is a quantitative approach using lexicostatistical and glottochronological techniques to measure the percentage of cognates and estimate the time of separation of the two languages from a similar proto-language. The research data was obtained from credible lexical sources and compared based on similarities in form, phonemic variations, sound correspondence, and empty glosses. The results of the study show that the Sundanese and Minangkabau languages have a kinship level of 79%, placing them in the same language stock. Glottochronological analysis shows that the two languages are estimated to have diverged around 3,423–4,015 years ago, or around 1398–1990 BC. These findings indicate that the two languages originated from a single proto-language in the Western Austronesian language family and underwent regular phonological changes throughout their historical development.