Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEJADIAN DEPRESI DENGAN RISIKO BUNUH DIRI PADA REMAJA AKHIR GEN Z DI STIKES MITRA KELUARGA BEKASI Muhammad Chaidar; Robiatul Adawiyah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/mnawbh72

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang dinamis, ditandai oleh perubahan signifikan pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Pada periode ini, individu berada dalam transisi menuju kedewasaan serta rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan yang dapat berdampak pada kesehatan mental. Depresi menjadi salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada remaja dan berpotensi meningkatkan risiko perilaku bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara depresi dan risiko bunuh diri pada remaja akhir generasi Z. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang merupakan mahasiswa di STIKes Mitra Keluarga Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk mengukur tingkat depresi dan Suicide Behaviors Questionnaire-Revised (SBQ-R) untuk menilai risiko bunuh diri. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan risiko bunuh diri. Semakin tinggi tingkat depresi pada remaja, semakin tinggi pula risiko bunuh diri yang dimiliki. Kesimpulannya, depresi memiliki hubungan yang bermakna dengan risiko bunuh diri pada remaja akhir. Oleh karena itu, diperlukan upaya deteksi dini dan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mencegah peningkatan risiko bunuh diri pada kelompok remaja.
ANALISIS SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK May Ranie, Nazhma; Muhammad Chaidar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61452

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the juvenile criminal justice system based on Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. The research method used is a literature study with a qualitative approach, by examining various relevant primary, secondary, and tertiary legal sources. The results indicate that the juvenile justice system in Indonesia has adopted restorative justice and diversion as the main approaches in resolving cases involving children. These approaches aim to protect children's rights, prevent children from undergoing formal judicial processes, and promote the restoration of relationships between offenders, victims, and society. However, in practice, several challenges remain, including the lack of understanding among law enforcement officers, limited supporting facilities, and low community participation. In addition, social stigma against children in conflict with the law poses a significant obstacle to their social reintegration. Therefore, strengthening human resources, institutional capacity, and public awareness is necessary to ensure the effective implementation of this system. This research is expected to contribute to the development of legal science, particularly in the field of child protection within the criminal justice system.