Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Kebugaran Jasmani Peserta Didik Sekolah Dasar (SD) Haetami, Mimi; Perdana, Rahmat Putra; Pranata, Doni; Masruroh, Istna Dewi; Hafifah, Nurfajri
Journal Social Science And Technology For Community Service Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v7i1.1597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kebugaran jasmani dilihat dari komponen biomotorik peserta didik melalui serangkaian tes daya tahan, daya ledak otot tungkai (vertical jump), kekuatan otot inti (sit up), kekuatan lengan–punggung atas (gantung siku), dan kecepatan lari. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengukuran lapangan menggunakan Beep Test, tes vertical jump, tes sit up 1 menit, tes gantung siku, dan tes kecepatan. Data kemudian dikategorikan ke dalam lima tingkat kebugaran: kurang sekali, kurang, sedang, baik, dan baik sekali. Hasil menunjukkan bahwa daya tahan berada terutama pada kategori sedang (36,9%) dan baik (25%), meskipun masih terdapat 27,38% peserta pada kategori kurang dan kurang sekali, yang mengindikasikan kapasitas aerobik belum sepenuhnya optimal. Kemampuan vertical jump didominasi kategori kurang sekali (33,33%) dan kurang (25%), dengan hanya 15,47% yang mencapai kategori baik dan baik sekali, sehingga daya ledak otot tungkai tergolong rendah. Kekuatan otot inti relatif lebih baik, dengan mayoritas peserta berada pada kategori sedang (53,57%) dan sebagian pada kategori baik dan baik sekali (22,62%), meskipun masih terdapat lebih dari seperlima peserta dalam kategori kurang. Hasil tes gantung siku menunjukkan kelemahan yang mencolok pada kekuatan lengan dan punggung atas, karena mayoritas peserta berada pada kategori kurang dan kurang sekali (lebih dari 80%). Secara umum, profil kebugaran jasmani menunjukkan bahwa daya tahan dan kekuatan otot inti berada pada kategori sedang, sedangkan daya ledak, kekuatan tubuh bagian atas, dan kecepatan relatif rendah. Temuan ini menegaskan perlunya program latihan yang lebih terstruktur dan spesifik, terutama berupa latihan plyometrik, penguatan otot inti dan upper body, serta latihan interval intensitas tinggi (HIIT) untuk mengoptimalkan kebugaran jasmani peserta didik.