Menurut World Health Organization (WHO), praktik mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko terkena diare hingga 47%.Namun,berdasarkan hasil survei Environmental Services Program (ESP), hanya 6–12% masyarakat Indonesia yang melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) secara benar. Di wilayah Provinsi Lampung, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebiasaan CTPS yang tepat mencapai 54,30% di Lampung Tengah dan 38,90% di Lampung Utara. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Mutiara Bangsa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, dimana tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik siswa terkait CTPS masih tergolong rendah. Hal ini diduga akibat belum optimalnya pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga pendidikan kesehatan belum sepenuhnya efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMP di Bandar Lampung terkait cuci tangan menggunakan sabun, dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui desain penelitian potong lintang yang dilaksanakan di SMP Mutiara Bangsa, Kecamatan Rajabasa. Sebagian besar siswa SMP Mutiara Bangsa di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung (58,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai praktik CTPS. Selain itu, 37,3% siswa menunjukkan perilaku CTPS yang kurang baik, dan sebanyak 51,6% memiliki sikap negatif terhadap kebiasaan cuci tangan dengan sabun. Mayoritas siswa SMP Mutiara Bangsa Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung telah menerapkan perilaku mencuci tangan yang sesuai selama proses pembelajaran tatap muka, terutama berkaitan dengan waktu dan langkah mencuci tangan yang benar.