ABSTRAK Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah lansia. Hal ini disertai dengan berbagai tantangan kesehatan, termasuk gangguan psikis dan gangguan kognitif. Stres merupakan salah satu gangguan psikis yang ditemukan pada lansia dan memiliki dampak pada struktur otak, khususnya hipokampus, yang berperan dalam proses memori dan atensi.¹ Gangguan kognitif seperti penurunan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir juga menjadi masalah yang kerap ditemui pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan.² Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat stres dengan gangguan kognitif pada lansia yang tinggal di dua panti wreda di wilayah Jabodetabek. Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 78 responden berusia di atas 60 tahun diwawancarai menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk gangguan kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian memperoleh sebanyak 2,6% responden tidak mengalami stres, 43,6% mengalami stres ringan, dan 53,8% mengalami stres sedang berat. Sebanyak 71,8% responden mengalami gangguan kognitif dan 28,2% responden tidak mengalami gangguan kognitif. Hasil uji analitik tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan gangguan kognitif (p-value=0,741) sehingga disimpulkan bahwa tingkat stres tidak secara signifikan mempengaruhi terjadinya gangguan kognitif pada lansia di panti wreda. Diperlukan penelitian lanjutan dengan melibatkan variabel faktor risiko lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.