Safitri, Fidya Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Problem Based Learning, Penggunaan AI, dan Kecerdasan Emosional terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MPLB SMK Negeri 9 Semarang Safitri, Fidya Dwi; Murtadlo, Muhamad Nukha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3920

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis merupakan permasalahan dalam proses belajar, temasuk di SMK Negeri 9 Semarang, dimana siswa kelas X MPLB masih kesulitan menganalisis dan memecahkan masalah secara mendalam. Studi ini mengkaji bagaimanakah efek Problem Based Learning (PBL), penggunaan Artificial Intelligence (AI), dan kecerdasan emosional pada kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MPLB SMKN 9 Semarang. Studi ini mempergunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan deskriptif dan olah data mempergunakan bantuan alat IBM SPSS Statistics 31. Populasi berjumlah 106 siswa dan seluruhnya dijadikan sampel jenuh penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara parsial Problem Based Learning mempunyai efek positif dan signifikan pada kemampuan berpikir kritis (β = 0,609; sig. < 0,001). Penggunaan AI berpengaruh negatif dan tidak signifikan (β = -0,609; sig. = 0,187). Kecerdasan emosional berpengaruh positif namun tidak signifikan (β = 0,081; sig. = 0,220). Secara simultan, ketiga variabel mempunyai efek signifikan (F = 49,606; sig. < 0,001) dan bernilai R Square yakni 0,593 yang memperlihatkan bahwasannya 59,3% variasi yang terjadi pada kemampuan berpikir kritis bisa diterangkan akan model, sementara 40,7% dipengaruhi akan faktor lainnya. Temuan ini membuktikan bahwasannya PBL ialah faktor dominan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sedangkan penggunaan AI memerlukan pengelolaan yang bijak agar tidak menurunkan keterlibatan kognitif, dan kecerdasan emosional berperan sebagai faktor pendukung pada proses pembelajaran.