Rendahnya kemampuan berpikir kritis merupakan permasalahan dalam proses belajar, temasuk di SMK Negeri 9 Semarang, dimana siswa kelas X MPLB masih kesulitan menganalisis dan memecahkan masalah secara mendalam. Studi ini mengkaji bagaimanakah efek Problem Based Learning (PBL), penggunaan Artificial Intelligence (AI), dan kecerdasan emosional pada kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MPLB SMKN 9 Semarang. Studi ini mempergunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan deskriptif dan olah data mempergunakan bantuan alat IBM SPSS Statistics 31. Populasi berjumlah 106 siswa dan seluruhnya dijadikan sampel jenuh penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara parsial Problem Based Learning mempunyai efek positif dan signifikan pada kemampuan berpikir kritis (β = 0,609; sig. < 0,001). Penggunaan AI berpengaruh negatif dan tidak signifikan (β = -0,609; sig. = 0,187). Kecerdasan emosional berpengaruh positif namun tidak signifikan (β = 0,081; sig. = 0,220). Secara simultan, ketiga variabel mempunyai efek signifikan (F = 49,606; sig. < 0,001) dan bernilai R Square yakni 0,593 yang memperlihatkan bahwasannya 59,3% variasi yang terjadi pada kemampuan berpikir kritis bisa diterangkan akan model, sementara 40,7% dipengaruhi akan faktor lainnya. Temuan ini membuktikan bahwasannya PBL ialah faktor dominan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sedangkan penggunaan AI memerlukan pengelolaan yang bijak agar tidak menurunkan keterlibatan kognitif, dan kecerdasan emosional berperan sebagai faktor pendukung pada proses pembelajaran.
Copyrights © 2026