Prabowo, Anggarda Hanjaya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persistensi Sosial-Spasial Ruang Terbuka Publik: Studi Dua Alun-Alun di Malang Prabowo, Anggarda Hanjaya; Sunaryo, Ronny Gunawan; Damayanti, Rully
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 8 No. 1 (2026): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v8i1.14661

Abstract

Abstrak   Penelitian ini menganalisis persistensi sosial dan spasial pada Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu di Kota Malang dalam konteks perubahan morfologi kota. Metode yang digunakan berupa analisis sinkronis untuk membaca kondisi eksisting, analisis diakronis untuk melihat transformasi historis. Content analysis dilakukan juga terhadap observasi lapangan, peta historis, dan literatur. Hasil menunjukkan bahwa Alun-Alun Merdeka berkembang secara adaptif mengikuti dinamika sosial-ekonomi, sedangkan Alun-Alun Tugu mempertahankan struktur fisik dan nilai simboliknya sebagai ruang representatif kota. Kedua alun-alun tetap menjadi node penting dalam jaringan kota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persistensi ruang terbentuk melalui kombinasi bentuk fisik, aktivitas sosial, dan makna simbolik. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman resiliensi ruang publik serta implikasinya bagi desain dan pengelolaan ruang terbuka kota.   Abstract This study examines the spatial and social persistence of Alun-Alun Merdeka and Alun-Alun Tugu in Malang City within the context of urban morphological change. The research employed a synchronic analysis to assess current conditions and diachronic analysis to trace historical transformations. The research applied content analysis to data obtained from field observations, historical maps, and relevant literature. The findings indicates that Alun-alun Merdeka has adapted to ongoing socio-economic dynamics, whereas Alun-alun Tugu has retained its physical structure and symbolic civic identity. Despite their differing trajectories, both Alun-alun continue to function as key nodes within the city’s spatial network. The study concludes that the persistence of public spaces arises from a combination of physical form, social activity, and symbolic meaning. These insights contribute to a deeper understanding of public space resilience and offer implications for the design and management of urban open spaces.