Akhsani, Nurul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Tangerang Akhsani, Nurul; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartingsih; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.617

Abstract

Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap posisi mereka dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh konteks budaya, sistem nilai, dan lingkungan tempat tinggal. Kualitas hidup mencakup kesehatan fisik dan psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial, kepercayaan diri, serta interaksi dengan lingkungan sekitar. Pada pasien Diabetes Melitus, kualitas hidup dapat terpengaruh oleh kondisi penyakit kronis, pengelolaan kesehatan, serta dukungan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kualitas hidup dengan 12 item pertanyaan berdasarkan alat ukur WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kualitas hidup responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 14 orang (46,7%) memiliki kualitas hidup baik, sedangkan 16 orang (53,3%) memiliki kualitas hidup kurang baik. Karakteristik responden didominasi oleh usia di atas 48 tahun (21 responden, 70%), perempuan (19 responden, 63,3%), pendidikan menengah (18 responden, 60%), dan sebagian besar tidak bekerja (22 responden, 73,3%). Kesimpulannya, sebagian besar pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih optimal, baik melalui manajemen kesehatan, dukungan psikologis, maupun interaksi sosial, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.