Wibisono, Muhammad Sonny
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PELECEHAN SEKSUAL MELALUI SOSIAL MEDIA DI SMAN 48 JAKARTA Wibisono, Muhammad Sonny; Maharani, Rahayu; Setiyaningrum, Titik
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/mz6tme18

Abstract

Perkembangan sosial media di kalangan remaja membawa dampak positif sekaligus risiko, termasuk meningkatnya kasus pelecehan seksual online. Pengetahuan dan sikap remaja dianggap sebagai faktor kunci dalam mencegah dan merespons pelecehan seksual melalui sosial media. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji hubungan kedua faktor tersebut dengan kejadian pelecehan seksual di lingkungan sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan pelecehan seksual melalui sosial media di SMAN 48 Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel sebanyak 170 siswa kelas X dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang di analisis data chi-square. Hasil Penelitian ini adalah Sebanyak 152 responden (89,4%) melaporkan pernah mengalami pelecehan seksual melalui sosial media. Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (84,7%) dan sikap positif (85%). Penelitian  menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pelecehan seksual melalui sosial media (p-value = 0,001) dan antara sikap dengan pelecehan seksual melalui media sosial (p-value = 0,000).Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan pelecehan seksual melalui sosial media di SMAN 48 Jakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar ranah kognitif dan afektif, seperti durasi penggunaan sosial media, tekanan teman sebaya, dan kompleksitas identifikasi bentuk pelecehan di dunia digital, mungkin memiliki pengaruh yang lebih kuat. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk edukasi literasi digital yang aplikatif dan penguatan sistem dukungan, untuk melindungi remaja dari risiko pelecehan seksual online.