Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan. Salah satu insiden keselamatan yang sering terjadi adalah pasien jatuh, yang dapat mengakibatkan cedera serius hingga kematian. Tingginya beban kerja perawat sering kali diduga sebagai faktor utama yang memicu ketidakpatuhan terhadap standar prosedur operasional, khususnya dalam pemasangan atribut risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemasangan atribut risiko jatuh (gelang kuning, penanda segitiga, dan side rail) di Ruang Rawat Inap Shafa Rumah Sakit Islam Jakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Shafa sebanyak 69 orang, dengan sampel 49 perawat yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kerja, kuesioner kepatuhan, serta lembar observasi langsung, kemudian dianalisis secara statistik.Hasil: Analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,411 (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat kepatuhan perawat terhadap pemasangan atribut risiko jatuh di lokasi penelitian. Beban kerja bukan merupakan faktor penentu utama kepatuhan perawat di Ruang Rawat Inap Shafa. Kepatuhan lebih cenderung dipengaruhi oleh faktor internal dan budaya kerja. Rumah sakit disarankan untuk terus memperkuat internalisasi budaya keselamatan pasien sebagai nilai profesionalisme dan ibadah. Selain itu, optimalisasi peran perawat senior sebagai mentor sangat penting untuk menjamin keberlanjutan standar prosedur bagi perawat junior guna menjaga konsistensi pelayanan tanpa terpengaruh fluktuasi beban kerja.