PAUD inklusi perlu mengintegrasikan berbagai strategi pembelajaran yang adaptif. Guru dapat menerapkan pendekatan yang bervariasi, mulai dari kegiatan bermain edukatif, penggunaan media pembelajaran yang ramah anak, hingga penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan perkembangan individu. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran model pembelajaran inklusi serta mengetahui fakto-faktor pendukung pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penulisan ini meliputi data primer dan data sekunder. Tahapan penelitian kualitatif menyajikan 3 tahapan yaitu Tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahapan analisis data. teknik atau metode yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. menggunakan teknik analisa model Miles dan Huberman yang menganalisa data dengan cara membagi kedalam empat langkah; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusi di TKIT Permata Hati Jayapura mengadopsi siklus terstruktur asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK seperti gangguan fokus, bicara, perilaku, serta slow learner. Faktor pendukung utama mencakup komitmen kepala sekolah dalam menyediakan SDM berkualitas (termasuk GPK), kemitraan orang tua melalui konseling rutin dan terapi rumah, lingkungan sekolah ramah (ruang luas, sudut tenang), serta pelatihan guru modular (kompetensi dasar hingga diferensiasi, durasi 3-10 bulan). Model ini meminimalkan hambatan partisipasi ABK, meningkatkan kecakapan guru hingga 98% via pelatihan, dan mendukung generalisasi bahwa inklusi sukses bergantung pada koordinasi tim, adaptasi kurikulum, dan infrastruktur ramah.