Kesehatan mental peserta didik menjadi perhatian penting dalam pendidikan modern, mengingat meningkatnya tekanan akademik, peer pressure, dan fenomena cyberbullying yang dapat memicu stres, kecemasan, dan depresi. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis siswa, namun implementasinya sering terfokus pada kegiatan administratif tanpa evaluasi dampak yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan model evaluasi layanan BK yang mampu mengukur dampak nyata terhadap kesehatan mental peserta didik secara komprehensif, serta memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk intervensi yang adaptif. Metode yang digunakan adalah systematic literature review, dengan analisis 20 artikel terpilih dari database terindeks, menggunakan thematic analysis dan naratif terstruktur untuk menilai desain penelitian, kerangka evaluasi, instrumen pengukuran kesehatan mental, dan efektivitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi multidimensional, yang memadukan metode kuantitatif dan kualitatif, efektif dalam mengukur indikator psikologis seperti tingkat stres, anxiety, depresi, kesejahteraan emosional, dan kemampuan coping. Faktor kunci meliputi peran guru BK, konselor sebaya, aktivitas kreatif, supervisi berkelanjutan, serta integrasi teknologi digital dan AI chatbots. Model evaluasi ini memungkinkan penyesuaian intervensi sesuai kebutuhan siswa dan mendukung pengambilan keputusan berbasis evidence-based practice, sehingga layanan BK dapat meningkatkan kesehatan mental peserta didik secara signifikan.