Untuk keselamatan kerja, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium Patologi Klinik sangat penting, namun terdapat beberapa mahasiswa yang masih mengabaikan persyaratan ini. Ketidakpatuhan dapat menunjukkan bahwa faktor internal mempengaruhi kepatuhan terhadap protokol keselamatan. Penelitian ini bertujuan guna meneliti bagaimana kepatuhan mahasiswa dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium Patologi Klinik terkait dengan pengetahuan, sikap, dan motivasi. Studi ini menggunakan metodoogi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis yang praktik di Laboratorium Patologi Klinik. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner yang telah terbukti validitas dan reliabilitas, kemudian data diolah secara univariat, bivariat (uji Spearman), serta multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil dari penelitian menyatakan bahwa secara bivariat ada korelasi yang kuat antara (p=0,006), sikap (p=0,001), dan motivasi (p=0,000) dengan kepatuhan dalam menggunakan APD (p<0,05). Namun, berdasarkan analisis multivariat, hanya terdapat variabel motivasi (p=0,000<0,05) yang terbukti berkaitan signifikan dan menjadi satu-satunya faktor dominan mengenai kepatuhan penggunaan APD, sedangkan variabel pengetahuan dan sikap tidak menunjukkan peranan pentingoleh karena itu, dalam analisis bivariat pengetahuan, sikap, dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam menggunakan APD, tetapi berdasarkan analisis multavariat hanya motivasi yang berpengaruh signifikan dan menjadi faktor dominan dalam kepatuhan penggunaan APD di laboratorium Patologi Klinik. Kata kunci: Alat Pelindung Diri; Kepatuhan; Motivasi; Mahasiswa; Laboratorium Patologi Klinik