Perkembangan koperasi syariah di Indonesia menunjukkanpeningkatan yang signifikan sebagai alternatif lembaga keuanganyang diharapkan mampu menyediakan layanan keuangan yang adildan bebas riba. Namun, dalam praktiknya terdapat indikasi bahwasebagian lembaga menggunakan label syariah tanpa sepenuhnyamenerapkan prinsip akuntansi syariah secara substansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsipakuntansi syariah dalam pengelolaan keuangan Koperasi SimpanPinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) di Kota Bojonegoro, mengidentifikasi adanya indikasi kamuflase dalamimplementasinya, serta memahami faktor-faktor yang menyebabkanketidakpatuhan terhadap prinsip syariah melalui perspektif ulama khos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi pada empat KSPPS di Kota Bojonegoro, yaitu BMT Kemitraan, BMT Amanah, BTM Dinar Nasyiah, dan BMT Darussalam. Analisis data dilakukanmenggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar KSPPS telah berupayamenerapkan prinsip akuntansi syariah sesuai regulasi dan standarsyariah, namun masih ditemukan beberapa praktik yang berpotensimenjadi bentuk kamuflase, seperti penentuan margin yang menyerupai bunga, keterbatasan transparansi laporan keuangan, serta ketidaksesuaian dalam praktik akad tertentu. Perspektif ulama khos menekankan pentingnya menjaga keaslian nilai-nilai syariah dalam praktik keuangan agar tidak hanya bersifat simbolik, tetapibenar-benar mencerminkan prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi.