Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Ruang Sekolah sebagai Media Regulasi Perilaku dan Istirahat Mental Anak Attention Deficit/Hyperactivity Disorder di Kota Bandung Zahrah, Athifah; Sakya, Kharista Astrini
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4459

Abstract

Abstract: Children with Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) demonstrate specific characteristics, including challenges in maintaining focus, accompanied by high levels of mobility and impulsivity, resulting in a need for more frequent mental breaks compared to neurotypical children. This condition requires a more inclusive school environment that not only accommodates focused learning but also supports the need for mental breaks for mental regulation and attention restoration. The study aims to examine the role of class in facilitating behavior regulation and mental breaks for children with ADHD through an observational study at two educational institutions in Bandung. The research method employed direct observation to examine the behavior of children with ADHD and identify visual elements of space, such as lighting, color, spatial configuration, and furniture layout. The results of the study show children with ADHD use movement activities for emotional regulation and tend to return to spaces with low distraction to restore focus after fulfilling their mental breaks. A comparison between the two schools indicates that structured spaces support the behavior habituation, whereas flexible spaces with spatial zoning of activities provide more adaptive activity options. This study highlights that providing spaces for mental breaks in school environments is essential for children with ADHD. So, they can refocus and engage the learning process effectively. Keyword: ADHD, Behavior Regulation, Inclusive Room, Mental Breaks, School. Abstrak: Anak dengan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki karakteristik kesulitan mempertahankan fokus serta memiliki mobilitas dan impulsivitas yang tinggi, sehingga frekuensi istirahat mental yang dibutuhkan lebih sering dibandingkan dengan anak neurotipikal. Kondisi ini menuntut lingkungan sekolah yang lebih inklusif dengan tidak hanya mendukung belajar fokus, tetapi juga memfasilitasi sesi istirahat mental untuk regulasi perilaku dan pemulihan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ruang sekolah dalam mendukung regulasi perilaku dan kebutuhan istirahat mental anak ADHD melalui studi observasi di dua institusi pendidikan di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung perilaku anak ADHD dan mengidentifikasi elemen visual ruang yang meliputi pencahayaan, warna, konfigrurasi ruang dan tata furnitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak ADHD memanfaatkan aktivitas bergerak sebagai regulasi emosi dan cenderung kembali mencari ruang dengan tingkat distraksi rendah untuk memulihkan fokus setelah kebutuhan istirahat mental terpenuhi. Perbandingan kedua sekolah memperlihatkan ruang yang terstruktur mendukung pembiasaan perilaku, sementara ruang yang fleksibel dengan pembagian zona aktivitas memberikan pilihan aktivitas yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa penyediaan ruang untuk kebutuhan istirahat mental di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan esensial bagi anak ADHD. Sehingga, mereka dapat kembali fokus dan terlibat dalam proses pembelajaran secara optimal. Kata Kunci:  ADHD, Istitrahat Mental, Regulasi Perilaku, Ruang Inklusif, Sekolah.