Anggraini, Nova Puspita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN POLA 1-3-1 PADA PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL), DI KANAL BANJIR TIMUR (KBT) JAKARTA TIMUR Kurniawan, Dody; Purwanto, Edi; Pandelaki, Edward E.; Anggraini, Nova Puspita
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4530

Abstract

Abstract: The Flood Canal plays a crucial role as a drainage system to address flooding. Its function is to channel water from upstream rivers through a collector channel that begins in the southern part of the city, specifically in the Manggarai area, and flows along the western edge of the city until it reaches the sea at Muara Angke.. Subsequently, the East Flood Canal (BKT) was constructed as part of the central government's efforts at that time to control flooding across Jakarta. This situation contrasts with the current state of the KBT, where other community activities contribute positively to the city's landscape. Sports activities, motorized and non-motorized vehicle circulation, annual parades, and street vendors (PKL) are daily activities that are highly engaging. The presence of street vendors (PKL) in the KBT segment at Pondok Bambu is particularly further study using the 1-3-1 pattern. This research uses a qualitative approach. Data collection was conducted through direct field observation and interviews with key figures and local residents. Data analysis was then conducted using a qualitative descriptive approach.The aim of this research is to provide recommendations for the organization of street vendors (PKL) to make the area more organized and attractive Keywords: Kanal Banjir Timur (KBT); 1-3-1 pattern, Street Vendors (PKL) Abstrak: Kanal Banjir memiliki peran penting sebagai sistem drainase untuk mengatasi masalah banjir. Fungsinya adalah mengalirkan air dari sungai di hulu melalui saluran kolektor yang dimulai dari bagian selatan kota, tepatnya di Kawasan Manggarai, dan mengalir sepanjang tepi barat kota hingga mencapai laut di Muara Angke. Upaya selanjutnya, dibangun Kanal Banjir Timur (BKT) sebagai salah satu upaya Pemerintah Pusat saat itu untuk mengendalikan banjir di seluruh Jakarta. Pemerintah Pusat saat ini sudah menerbitkan berbagai peraturan tentang pengelolaan fungsi sungai. Kondisi ini bertolak belakang dengan keberadaan KBT saat ini dimana terdapat fungsi-fungsi aktifitas warga lainnya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi wajah kota. Aktifitas olah raga, sirkulasi kendaraan bermotor dan non-motor, pawai kegiatan tahunan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi aktifitas keseharian dan sangat menarik. Khusus keberadaan PKL di lokasi KBT segmen Pondok Bambu menarik untuk diteliti lebih mendalam dengan penerapan pola 1-3-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan tokoh kunci serta masyarakat di sekitar lokasi penelitian. Setelah itu, analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi alternatif penataan PKL untuk menjadikan kawasan lebih tertib dan menarik. Kata kunci: Kanal Banjir Timur; Pola 1-3-1, Pedagang Kaki Lima (PKL)