Abstract: Tourism growth in the city of Bandung has increased significantly, particularly in the hospitality industry. This has prompted hotels to provide a more impactful, memorable, and distinctive spatial experience compared to other hotels, especially in the lobby area, which serves as the first point of contact with guests. The lobby functions not only as a space for guests to wait but also as a representation of the hotel’s identity and a key factor in shaping the initial impression that influences visitors perceptions. This study employs a qualitative approach using a literature review method, involving the collectiob and synthesis of various scientific sources related to multisensory design, hospitality experience, and repeat visit behavior. The analysis was conducted thematically to identify the interrelationships between sensory stimuli (visual, auditory, olfactory, and tactile), spatial experiences, and the formation of revisit intentions. The results indicate that the integration of multisensory elements in hotel lobbies has the potential to strenghthen emotional engagement and create a more immersive and memorable experience. This study confirms that a multisensory approach plays a strategic role in building memorable spatial experiences without relying on new physical design interventions, but rather through the integrated optimization of sensory stimulation. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception Abstrak: Pertumbuhan pariwisata di Kota Bandung meningkat dengan jauh terutama pada industri perhotelan. Hal ini mendorong setiap hotel untuk memberikan pengalaman ruang yang lebih kuat, berkesan, dan berbeda dengan hotel lainnya, khususnya pada area lobi yang menjadi titik kotak pertama dengan tamu. Lobi tidak hanya berfungsi sebagai ruang singgah tamu, tetapi sebagai representasi identitas dan pembentuk kesan awal yang memengaruhi persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multisensory experience dalam desain interior lobi hotel “X” serta mengkahi hubungannya terhadap niat tamu untuk kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review melalui pengumpulan dan sistesis berbagai sumber ilmiah terkait desain multisensory, pengalaman hospitality, dan perilaku kunjung ulang. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antaa stimulus sensorik (visual, auditori, olfaktori, dan taktil), pengalaman ruang, dan pembentukan niat kembali. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen multisensori pada lobi hotel berpotensi untuk memperkuat keterlibatan emosional dan menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan mudah diingat. Studi ini mengeaskan bahwa pendekatan multisensori memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman ruang yang berkesan tanpa bergantung pada intervensi desain fisik baru, melainkan melalui optimalisasi stimulasi inderawi secara terintegrasi Kata Kunci: Lobi Hotel; Memorable Spatial Experience; Persepsi Indrawi. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception