This Author published in this journals
All Journal Jurnal Veteriner
Darmanta, Rai Jaine
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian 10% Gel Putih Telur Ayam Ras Efektif sebagai Obat Penyembuh Alternatif Luka Operasi (Spaying) pada Kucing Darmanta, Rai Jaine; Indarjulianto, Sedarmanto; Wijayanti, Agustina Dwi
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Sterilisasi pada hewan salah satunya dilakukan dengan prosedur bedah guna mencegah hewan bereproduksi dengan mengangkat organ reproduksi seperti indung telur (ovarium) dan/atau rahim (uterus) dan dikenal sebagai spaying. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas gel putih telur ayam ras dengan konsentrasi 10% dan 20% dalam mempercepat proses penyembuhan luka operasi spaying pada kucing. Metode penelitian menggunakan uji eksperimental dengan  membagi kucing-kucing ke dalam empat kelompok perlakuan.  Ada pun perlakuan yang diberikan adalah: 1) kelompok perlakuan  yang diberikan gel putih telur 10%; 2) kelompok perlakuan yang diberikan gel putih telur 20%; 3) kelompok perlakuan yang diberikan gel pembawa;  dan 4) kelompok kontrol positif yang diberikan antiseptik povidone iodine secara topikal pada sayatan luka operasi spaying.  Kucing percobaan adalah kucing betina sehat dengan riwayat vaksinasi lengkap, berumur di bawah lima tahun dengan bobot badan 2-5 kg.  Sebelum dioperasi spaying kucing dipuasakan selama4-6 jam dan selama operasi bedah berjalan kucing diinfus dengan NaCl.  Obat bius yang digunakan adalah kombinasi Xylazine dan Ketamine dan operasi bedah mengikuti prosedur yang dikembangkan oleh World Small Animal Veterinary Association (WSAVA).  Metode operasi pembedahan spaying yang diterapkan adalah Ventral midline laparotomy. Parameter yang diukur meliputi waktu penyembuhan luka dan sifat fisik gel.  Data panjang luka operasi dihitung rata-ratanya serta dilakukan analisis statistika regresi linier mengaitkan antara waktu pengamatan dengan panjang luka.  Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPSS dan didukung menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa gel putih telur dengan konsentrasi 10% lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan konsentrasi 20% dan kelompok lain. Gel putih telur 10% juga memiliki karakteristik fisik yang mendukung keterpaduan dan adhesivitas pada permukaan luka. Simpulannya, gel putih telur ayam ras 10% dapat dijadikan alternatif pengobatan luka operasi dengan hasil yang optimal.