This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK MKP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Gultom, Charles Epapras; Sigit Saputro, Avisema; Priyono, Priyono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang ayam dan pupuk MKP (Mono Kalium Fosfat) yang tepat serta mengetahui interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta pada November 2025 hingga Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (0, 250, 500, dan 750 g/tanaman) dan faktor kedua adalah dosis pupuk MKP (0, 2, 4, dan 6 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, warna daun, waktu muncul bunga pertama, jumlah buah, berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh pengaruh terhadap semua parameter. berdasarkan uji lanjut BNJ 5%, dosis 750 g/tanaman yang menghasilkan pertumbuhan dan berat buah terbesar. Pupuk MKP secara mandiri juga berpengaruh nyata terhadap waktu muncul bunga, berat, panjang, dan diameter buah, dengan hasil tertinggi pada dosis 2 g/tanaman untuk berat buah. Uji BNJ 5% menunjukkan adanya interaksi yang sangat nyata antara kedua pupuk terhadap jumlah buah, warna daun, waktu muncul bunga, berat, panjang, dan diameter buah. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada pupuk kandang ayam 750 g/tanaman dan pupuk MKP 2 g/tanaman (P3M1) yang memberikan hasil tertinggi dibandingkan kontrol.