This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH ASAL BIJI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA JUMLAH POPULASI YANG BERBEDA DI DATARAN TINGGI Yuliana Putri, Aszalza; Joko Santosa, Sartono; Triyono, Kharis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24202

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan jumlah populasi tanaman terhadap pertumbuhan, hasil, dan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) asal biji (True Shallot Seed) di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 09 November 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian ±1000–1200 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor, yaitu jumlah populasi tanaman yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan diulang sebanyak enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, serta intensitas serangan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah populasi tanaman berpengaruh terhadap intensitas penyakit layu fusarium dan bobot segar umbi per petak. Kepadatan yang optimal mampu menjaga keseimbangan mikroklimat pertanaman dan menunjukkan tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit, sehingga menghasilkan bobot segar umbi per petak yang signifikan. Pengaturan populasi tanaman yang tepat mampu menciptakan kondisi lingkungan tumbuh yang lebih seimbang, sehingga berperan dalam menekan perkembangan layu fusarium dan mendukung peningkatan hasil bawang merah asal biji di dataran tinggi