Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Abon Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian di Desa Bebanga Kabupaten Mamuju Nurhawa, Sri; Tussadia, Halimah; Rahma, Dewi; Wahyunisa, Wahyunisa; Reski, Reski
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21610

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan jantung pisang menjadi produk abon di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan jantung pisang dan mengajarkannya kepada kelompok tani sebagai alternatif peningkatan perekonomian daerah. Jantung pisang yang umumnya hanya diolah menjadi sayur atau bahkan terbuang, memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah menjadi produk abon. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 3 Agustus 2024 dengan melibatkan kelompok tani Simbar Allo yang beranggotakan 15 orang. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif melalui kuesioner dan wawancara langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan abon jantung pisang, pelatihan pengemasan, dan pelatihan pemasaran. Analisis data menggunakan teknik SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari program ini. Hasil pengabdian menunjukkan respon positif dari masyarakat. Pada pelatihan pengolahan abon, 47% peserta telah mengetahui cara pengolahan, 33% masih dalam tahap belajar, dan 20% belum mengetahui karena kendala waktu dan kesibukan. Untuk pelatihan pengemasan, 53% peserta memahami teknik pengemasan, 20% masih belajar, dan 27% belum mengetahui. Sementara pada pelatihan pemasaran, 34% peserta menguasai teknik pemasaran online, 13% masih belajar, dan 53% belum mengetahui karena kendala fasilitas seperti handphone dan kuota internet. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama program ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah dan pasar yang masih terbuka luas. Kelemahannya terletak pada kurang familiaritas masyarakat dengan produk abon jantung pisang. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kesadaran konsumen akan makanan sehat dan dukungan pemerintah untuk produk lokal. Ancaman utama adalah keengganan masyarakat untuk mencoba produk baru dan kemandirian pada hasil pertanian lokal yang dapat mempengaruhi perubahan iklim. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi intensifikasi edukasi kepada masyarakat, inovasi produk, pemasaran berbasis nilai tambah kesehatan, dan pembangunan sistem pasokan bahan baku yang lebih terdiversifikasi.