Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Kurikulum Cinta Di Man 2 Kota Bengkulu: Penelitian Amisha Dwi Qomaria; Sutrian Efendi; Kasmantoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui transformasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Kota Bengkulu, dan (2) mengidentifikasi faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Kota Bengkulu berlangsung sebagai proses perubahan paradigma pedagogis yang menanamkan nilai cinta melalui pendekatan pembelajaran deep learning. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi dan kepatuhan normatif, tetapi menempatkan relasi emosional, keteladanan, serta internalisasi nilai sebagai inti proses pendidikan. Pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dikembangkan sebagai pembelajaran humanistik yang mampu menumbuhkan kesadaran moral, empati, serta tanggung jawab sosial peserta didik secara berkelanjutan sehingga mendukung terbentuknya peserta didik yang berakhlakul karimah. Faktor pendukung utama implementasi kurikulum ini adalah keselarasan antara kebijakan madrasah, kompetensi guru, serta budaya sekolah yang kondusif dan religius. Lingkungan madrasah yang aman dan ramah turut memperkuat proses internalisasi nilai karakter peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi beban administratif guru, keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap konsep kurikulum, serta pengaruh lingkungan keluarga dan sosial peserta didik yang tidak selalu sejalan dengan nilai yang dikembangkan di madrasah.