Latar Belakang : Penuaan seringkali disertai penurunan fungsi kognitif seperti demensia, yang berimplikasi pada penurunan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari atau Activity of Daily Living (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat demensia dengan pemenuhan kebutuhan ADL pada populasi lansia. Studi ini dilaksanakan di Panti Puncang Gading.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 67 lansia. Tingkat demensia diukur menggunakan kuesioner Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ), sementara tingkat pemenuhan kebutuhan ADL diukur dengan Barthel Indeks. Data yang terkumpul dianalisis secara bivariat menggunakan uji korelasi Somers'd.Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden mengalami demensia kategori berat (70,1%) namun memiliki tingkat ketergantungan ADL pada kategori ringan (82,1%). Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat demensia dengan pemenuhan kebutuhan ADL (p = 0,001). Diperoleh nilai koefisien korelasi Somers'd sebesar -0,296, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif.Simpulan : Disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan secara statistik antara tingkat demensia dengan tingkat kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan ADL pada lansia di Panti Puncang Gading.Kata Kunci : Demensia, Activity of Daily Living (ADL), Lansia, dan Kemandirian.