This Author published in this journals
All Journal Sewagati
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi SADARI dan Pendampingan SADANIS–USG untuk Meningkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara pada Wanita Usia ≥40 Tahun di Komunitas Erna Furaidah; Haykal, Muhammad Nazhif; Gumilar Fardhani Ami Putra; Ivor Wiguna Hartanto Wilopo; Fatimah Nur Fitriani; Ratri Dwi Indriani; Sonny Fadli; Rizka Nurul Hidayah; Anwar Djunaidi; Lely Nurhayati; Edwin Nugroho Njoto
Sewagati Vol 10 No 1 (2026): Pre-Printed
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i1.9151

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, khususnya pada kelompok usia di atas 40 tahun. Rendahnya kesadaran dan keterampilan deteksi dini menjadi faktor yang berkontribusi pada keterlambatan diagnosis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik deteksi dini kanker payudara melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) serta pendampingan pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dan USG bagi wanita usia ≥40 tahun di komunitas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi berbasis ceramah interaktif, demonstrasi praktik SADARI menggunakan phantom payudara, sesi tanya jawab, serta pendampingan rujukan SADANIS–USG ke fasilitas kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kuesioner untuk menilai kesiapan perilaku pemeriksaan rutin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 40% setelah intervensi edukasi SADARI serta peningkatan proporsi peserta yang memahami melakukan deteksi dini SADARI secara berkala tiap bulan mencapai 100%. Kegiatan SADANIS dan USG diikuti 45 peserta dari target 50 peserta, memberikan pernyataan dampak positif berupa peningkatan kesadaran, keterampilan, dan tindakan deteksi dini kanker payudara. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kolaborasi fasilitas pelayanan kesehatan dan kader komunitas.