Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Stress Management untuk Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama FKK ITS 2024 Syulthoni, Zain Budi; Haykal, Muhammad Nazhif; Eljatin, Dwinka Syafira; Haque, Sayidah Aulia Ul; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Fadhlina, Afia Nuzila; Indriastuti, Endah; Radiansyah, Riva Satya; Putri, Atina Irani Wira; Sari, Desiana Widityaning; Indriani, Ratri Dwi; Siswanto, Putri Alief; Mahdi, Faizal
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2413

Abstract

Mahasiswa kedokteran tahun pertama menghadapi banyak tantangan dalam menye-suaikan diri dengan lingkungan akademik baru, yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola stres dan memberikan dukungan psikologis melalui pelatihan manajemen stres dan dukungan psikologis pertama / Psychological First Aid (PFA). 30 mahasiswa kedokteran semester 1 FKK ITS mengikuti pelatihan, yang berlangsung selama dua hari dan total 16 jam. Pelatihan juga dievaluasi melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Melalui simulasi kasus, peserta menunjukkan kemampuan yang baik dalam menggunakan strategi PFA dan manajemen stres. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan (p=0.000). Pelatihan mencakup pemaparan teori dan praktik keterampilan PFA, seperti keterampilan mendengarkan yang aktif, keterampilan komunikasi, keterampilan empati, dan keterampilan bertahan hidup. Dua modul program ber-ISBN dan publikasi di media massa. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat adalah bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan kemampuan mahasiswa kedokteran tahun pertama terhadap Psychological First Aid dan Stress Management yang diharapkan lebih siap menghadapi tantangan akademik.
Improving the Knowledge and Attitudes of Pulmonary Tuberculosis Prevention in the Probolinggo Community with Counseling and the Use Of Sobat-TB Haykal, Muhammad Nazhif; Eljatin, Dwinka Syafira; Putri, Atina Irani Wira; Karimah, Rumman; Fitriani, Fatimah Nur; Putra, Gumilar Fardhani Ami; Hidayah, Rizka Nurul; Fadhlina, Afia Nuzila; Fatmasari, Hindana; Widodo, Aulia Febrianti; Sakina, Sakina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3480

Abstract

Tuberculosis (TB) is a significant global health issue, particularly in Indonesia. The increasing number of TB cases and deaths highlights the need for health education to reduce the incidence of TB and support eradication efforts. Objective: This study aimed to analyze the knowledge and attitudes of the Probolinggo community toward preventing pulmonary TB through counseling and the use of the Sobat-TB. Method: An analytical observational study with a cross-sectional approach was conducted. The knowledge and attitudes of 50 voluntary respondents were measured using a validated and reliable questionnaire before and after health education interventions, which included counseling, educational videos, and an introduction to the Sobat TB app. The data were analyzed descriptively and statistically at the 95% confidence level. Results: In the Puskesmas Kanigaran area, the initial findings showed poor knowledge and attitudes toward TB prevention among respondents. Postintervention, there was a significant improvement: 46 out of 50 respondents had good knowledge, and 48 out of 50 had positive attitudes toward TB prevention. Statistical analysis confirmed a significant relationship between pre- and postintervention knowledge and attitudes (p=0.0001). Conclusions: Enhanced access to information and continuous health education using modern technology are crucial for achieving TB elimination goals.
Peningkatan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Skrining HPV DNA kepada Masyarakat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9141

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian paling sering kedua akibat kanker pada wanita di Indonesia, dengan sebagian besar kasus berhubungan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Deteksi dini melalui skrining berbasis HPV Deoxyribonucleic Acid (DNA) direkomendasikan sebagai metode paling sensitif untuk mencegah progresi lesi prakanker menjadi kanker invasif.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program skrining HPV DNA. Kegiatan melibatkan peserta perempuan diatas 30 tahun dan mencakup edukasi kesehatan reproduksi wanita, pemeriksaan HPV DNA secara gratis, serta survei kepuasan layanan. Hasil skrining HPV DNA menunjukkan bahwa 75 peserta (97%) memiliki hasil negatif untuk HPV risiko tinggi (High Risk-HPV atau HR-HPV) dan 2 peserta (3%) memiliki hasil positif untuk HR-HPV. Selain itu, survei kepuasan menunjukkan sebagian besar peserta menilai proses layanan sangat baik, terutama pada keramahan petugas (96% tingkat tertinggi), manfaat pemeriksaan (88%), serta kejelasan prosedur dan hasil pemeriksaan. Peserta juga memberikan masukan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan diperluas untuk skrining penyakit lain yang dapat dicegah. Program ini menunjukkan bahwa skrining HPV DNA dapat diterima dengan baik, meningkatkan literasi kesehatan, dan berpotensi menjadi model implementasi deteksi dini berkelanjutan di institusi pendidikan.
Program Skrining Prostate-Specific Antigen sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tahun 2025 Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9145

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu kanker penyebab utama mortalitas pada pria, dan deteksi dini melalui pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) berperan penting dalam mencegah keterlambatan diagnosis. Program skrining ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan akses deteksi dini pada kelompok pria berisiko khususnya untuk civitas akademika ITS dan masyarakat sekitar. Kegiatan meliputi edukasi mengenai pengetahuan umum, faktor risiko, dan gejala kanker prostat, kemudian diikuti pemeriksaan PSA secara gratis. Hasil skrining menunjukkan bahwa 75% peserta memiliki kadar PSA normal (<4,0 μg/L), sementara 25% peserta memiliki kadar PSA tidak normal (4,0 μg/L). Nilai PSA tinggi memiliki beberapa kemungkinan, di antaranya prostatitis, benign prostatic hyperplasia, pasca-ejakulasi/ digital rectal examination yang dilakukan dalam 48-72 jam sebelum pemeriksaan, aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan, atau kanker prostat. Peserta dengan PSA normal direkomendasikan melakukan pemeriksaan ulang setiap 1–2 tahun, sedangkan peserta dengan PSA tinggi disarankan berkonsultasi ke dokter spesialis urologi untuk evaluasi lanjutan. Program ini menegaskan pentingnya skrining PSA berbasis komunitas sebagai strategi efektif untuk meningkatkan deteksi dini dan mempercepat penatalaksanaan pada kasus berisiko tinggi untuk dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga berhasil memperoleh penghargaan rekor MURI untuk skrining PSA dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 420 peserta.