Amirrul, Hafids Galant
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Sumber Pencemaran Kualitas Air Berdasarkan Rasio Nitrat dan Klorida Serta Parameter Bakteri Fecal Coliform di Mata Air Mrutu dan Sekitarnya, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Manek, Emanuel Gracek; Amirrul, Hafids Galant; Rachman, Mochammad Hasmannoor
JENERAL Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JENERAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60004

Abstract

Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur secara administratif terletak pada lereng gunung api Bromo sehingga memiliki banyak mata air. Salah satu mata air tersebut adalah mata air Mrutu yang terletak di bagian timur Gunung Bromo dengan debit 1.750 Liter/detik yang potensi menjadi penyedia air melalui SPAM regional dimasa yang akan datang selama kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan peruntukannya. Oleh karena itu dilakukan fokus kajian pada sumber pencemar yang berpotensi mendegradasi kualitas mata air Mrutu dan sekitarnya. Pengambilan sampel mata air untuk mengetahui kandungan nitrat, ion klorida dan bakteri fecal coliform pada air tanah dilakukan sebanyak 10 sampel di sekitar wilayah mata air Mrutu. Rata-rata rasio nitrat dan klorida pada air tanah di daerah penelitian berada pada rasio 3:1. Sebagian besar nitrat yang terdapat pada air tanah di daerah penelitian berasal dari feses, sumber dari feses tersebut dapat berasal dari kebocoran pada sistem sanitasi pada rumah, adanya peternakan, dan penggunaan pupuk yang berbahan dari feses hewan pada area perkebunan dan tegalan/ladang yang juga berperan besar juga dalam pencemaran dikarenakan wilayah penelitian yang masih jarang pemukiman dan didominasi oleh wilayah perkebunan dan ladang.berdasar pada kelas air dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Peyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup maka MA 13, MA 19 melebihi ambang batas kelas I. Perlu di perhatikan bahwa selain di MA 16 dan MA 26 yang mengandung fecal coliform yang < 1,8  teridentifikasi mengandung fecal coliform sehingga pemberlakuan zona perlindungan mata air perlu diimplementasikan.