Keanekaragaman kupu-kupu (Rhopalocera) sangat dipengaruhi oleh struktur habitat serta ketersediaan vegetasi sebagai sumber pakan dan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keanekaragaman, kelimpahan, dan struktur komunitas kupu-kupu pada tiga kawasan hijau di Malang Raya yang mewakili hutan sekunder alami, kawasan semi-alami, dan kawasan dengan aktivitas antropogenik tinggi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni–Juli 2025 menggunakan metode survei dan observasi langsung dengan purposive sampling pada tiga plot di setiap lokasi. Pengamatan kupu-kupu dilakukan pada waktu aktif diurnal, sedangkan data vegetasi dan parameter lingkungan dicatat sebagai pendukung analisis. Analisis data meliputi indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), kemerataan (E), dominasi Simpson (D), uji similaritas Bray-Curtis, uji ANOVA yang dilanjutkan uji Tukey jika terdapat perbedaan yang signifikan (α=0,05), dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menemukan 30 spesies kupu-kupu dari empat famili dengan total 336 individu. Nilai keanekaragaman tertinggi ditemukan di Coban Rondo (H’=2,86), sedangkan dominasi tertinggi terdapat di Kawasan Hijau Dieng (D=0,23) yang didominasi spesies generalis seperti Leptosia nina dan Eurema hecabe. Keanekaragaman vegetasi menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat dengan keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu (r=0,88). Disimpulkan bahwa perbedaan struktur habitat dan keanekaragaman vegetasi berpengaruh signifikan terhadap struktur komunitas kupu-kupu, sehingga pemeliharaan keanekaragaman vegetasi menjadi faktor kunci dalam pengelolaan kawasan hijau berkelanjutan.