Hariyadi , Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PRAKTIK ZIKIR AL-GHAZALI DAN IBNU QAYYIM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DI MASJID AN-NUR, BABELAN BEKASI Hariyadi , Muhammad; Maslul , Isep Saepul; Lubis , Zakaria Husin; Sarnoto, Ahmad Zain; Munir, Misbahul
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah sama-sama mengartikan zikir merupakan suatu ibadah hati yang dilakukan dengan mengingat Allah Swt dan menyebutkannya di dalam hati yang diucapkan oleh lisan. al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah sama-sama membagi zikir sesuai dengan tingkatan zikirnya, al-Ghazali mengatakan didalam kitab nya tingkatan zikir tersebut dengan lisan, hati dan ketiadaan (fana). Sedangkan ibn Qayyim mengatakan tingkatan zikir itu dengan zhahir, tersembunyi, dan hakiki. Disamping itu al-Ghazali dan ibn Qayyim al-Jauziyyah berbeda dalam hal tujuan zikir, al-Ghazali menyatakan tujuan dari zikir itu agar menuju kesempurnaan ma’rifah kepada Allah Swt, sedangkan ibn Qayyim al-Jauziyyah menyatakan dalam kitab nya madârijus sâlikîn tujuan zikir kepada Allah itu agar mendapatkan ketenangan hati/Thu’maninah sesuai firman Allah dalam surah al-Rad/13:28. Penulisan jurnal ini juga dilatar belakangi oleh munculnya individualistis egoistis, dan materialistis yang akan mendatangkan dampak berupa kegelisan, kecemasan, stress, dan depresi. Melihat kenyataan seperti itu yang mencapai puncak kenikmatan materi justru berbalik dari apa yang diharapkan, yakni mereka dihadapi rasa cemas. Beragam permasalahan tersebut sering berakibat buruk pada kesehatan mental individu yang akan berujung pada adanya gangguan mental atau jiwa serta hatinya tidak tenang dan zikir merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di dasarkan pada Riset Pustaka (Library Research) yakni proses pengidentifikasian secara sistematis penemuan-penemuan dan analisa dokumen-dokumen yang memuat informasi berkaitan dengan masalah penelitian. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif yaitu sebuah analisa dengan menceritakan secara mendalam tentang zikir dalam Pandangan al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah serta perbandingan pendapat pada keduanya baik dari perbedaan maupun persamaan nya
ORIENTASI PEMBEBASAN HAK-HAK PEREMPUAN DALAM AYAT-AYAT ‘IDDAH DI MA’HAD AL-QUR’AN UNIVERSITAS PTIQ JAKARTA Hariyadi , Muhammad; Rahami , Nur; Afif , Nur; Hikmawati , Risma; Sarnoto, Ahmad Zain; Mulia, Siti Musdah
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gender equality argument that desires reciprocity between men and women in all aspects, including 'iddah, which seems to burden only women with its implementation, suggests the need for a re-reading or reinterpretation of the verses related to this matter. This research uses qualitative research methods by examining Asma Barlas' thoughts related to 'iddah. The concept of 'Iddah is the Quran's response to the patriarchal pre-Islamic Arab social conditions; this concept is an initial step towards liberating women's rights. Regarding the burden of 'iddah, which is only obligatory for women, if examined from its historical perspective, it may be possible for men to also be subject to 'iddah, but certainly with different terminology or perhaps with a redefinition of the term 'iddah. Asma Barlas, who is very passionate about instructing the re-reading of Quranic texts, experiences shortcomings in reinterpreting these texts due to her still abstract method