Lubis , Zakaria Husin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN PRAKTIK ZIKIR AL-GHAZALI DAN IBNU QAYYIM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DI MASJID AN-NUR, BABELAN BEKASI Hariyadi , Muhammad; Maslul , Isep Saepul; Lubis , Zakaria Husin; Sarnoto, Ahmad Zain; Munir, Misbahul
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah sama-sama mengartikan zikir merupakan suatu ibadah hati yang dilakukan dengan mengingat Allah Swt dan menyebutkannya di dalam hati yang diucapkan oleh lisan. al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah sama-sama membagi zikir sesuai dengan tingkatan zikirnya, al-Ghazali mengatakan didalam kitab nya tingkatan zikir tersebut dengan lisan, hati dan ketiadaan (fana). Sedangkan ibn Qayyim mengatakan tingkatan zikir itu dengan zhahir, tersembunyi, dan hakiki. Disamping itu al-Ghazali dan ibn Qayyim al-Jauziyyah berbeda dalam hal tujuan zikir, al-Ghazali menyatakan tujuan dari zikir itu agar menuju kesempurnaan ma’rifah kepada Allah Swt, sedangkan ibn Qayyim al-Jauziyyah menyatakan dalam kitab nya madârijus sâlikîn tujuan zikir kepada Allah itu agar mendapatkan ketenangan hati/Thu’maninah sesuai firman Allah dalam surah al-Rad/13:28. Penulisan jurnal ini juga dilatar belakangi oleh munculnya individualistis egoistis, dan materialistis yang akan mendatangkan dampak berupa kegelisan, kecemasan, stress, dan depresi. Melihat kenyataan seperti itu yang mencapai puncak kenikmatan materi justru berbalik dari apa yang diharapkan, yakni mereka dihadapi rasa cemas. Beragam permasalahan tersebut sering berakibat buruk pada kesehatan mental individu yang akan berujung pada adanya gangguan mental atau jiwa serta hatinya tidak tenang dan zikir merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di dasarkan pada Riset Pustaka (Library Research) yakni proses pengidentifikasian secara sistematis penemuan-penemuan dan analisa dokumen-dokumen yang memuat informasi berkaitan dengan masalah penelitian. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif yaitu sebuah analisa dengan menceritakan secara mendalam tentang zikir dalam Pandangan al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah serta perbandingan pendapat pada keduanya baik dari perbedaan maupun persamaan nya
PEMBINAAN KONTEKSTUALISASI STABILITAS NEGARA DI INDONESIA MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSÎR AL-MISHBÂH DI HIMPUNAN MAHASISWA YAYASAN KAHFI Nawawi , Abd. Muid; Hakim , Arief Rahman; Lubis , Zakaria Husin; Anwar, Hamdani; Anwar , Khoerul
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkesimpulan besar bahwa,”Stabilitas negara akan terwujud jika negara mampu menyeimbangkan aspek politik dan pemenuhan hak-hak warga negara, serta terlaksananya praktek beragama dengan baik. Karena agama yang dibawa para nabi dan yang isinya digambarkan dalam Kitab-kitab suci adalah “serangkaian tuntunan Tuhan untuk pembinaan dan pembangunan manusia serta dunianya”. Dan mengacu pada pembangunan dalam Islam adalah bersifat menyeluruh, menyentuh dan menghujam ke dalam jati diri manusia, sehingga dengan demikian terlebih dahulu ia membangun manusia seutuhnya, material dan spiritual secara bersamaan. Juga, tujuan terakhir setiap negara ialah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (bonum publicum, common good, common wealth). Penelitian ini adalah kualitatif dilakukan secara kepustakaan atau library research, dan penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sejarah (Sejarah klasik, Pertengahan, Kegelapan, dan Kontemporer) yaitu dengan membaca dan mempelajari secara kritis buku-buku terkait stabilitas negara pada Tafsîr Al-Mishbâh yang kemudian dikorelasikan dengan pemikiran ulama baik klasik maupun kontemporer
PENYULUHAN PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM QS. AL-HUJURAT AYAT 10-13 SEBAGAI SOLUSI EKSKLUSIFISME AJARAN DI KALANGAN MAHASISWA STAI FATAHILLAH SERPONG TANGERANG SELATAN BANTEN Kerwaanto, Kerwaanto; Masruroh , Liana; Lubis , Zakaria Husin; Abbaci, Abdelaziz; Zulki, Ahmad; Mutholib, Mutholib
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of anarchist activity and terrorism has recently become a central issue in Indonesian national life. This happens because people's understanding of a multiethnic and multireligious society is increasingly becoming more ambiguous. One solution is to introduce inclusive (open) education in schools. The concept of education is included in the teachings of the Islamic holy book, the Koran. It was explained that the world community was created as a multi-ethnic nation so that they could know and respect each other. The author uses library research methods to analyze the concept of inclusive education at QS. Verses 10-13 of Surah al-Khujrat. In this case the author uses this as the basis for indoctrination in Islamic education in schools. Inclusive education is a conscious effort to build society through structured and continuous involvement with an open, dynamic and rational learning system. To achieve peace and social prosperity, an open attitude is needed, starting with the desire to get to know each other and respect differences without distinguishing between certain groups. This is achieved by introducing open and inclusive education in schools