Nita, Tasya Arum
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pucangrejo Ecovillage Sebagai Model Desa Ramah Lingkungan Berbasis Ekoteologi Dan Kesadaran Masyarakat Mustofa, Mahmud Yunus; Alam, Muchammad; Muttaqin, M. in'amul; Baroroh, Kharismatul; Bintiyah, Umi; Nahariyah, Isnaeni; Nisa, Siti Khoirul; Najah Anf, Ahmad Hazim; Zacky N, Muhammad Ali; Roikhatul J, Hikayatul; Malikah, Nur; Nita, Tasya Arum; Fatkhullah, Kamal; Ma’ruf, Rizki Amir; Aprilia, Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v5i1.374

Abstract

Rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat pedesaan akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar masih menjadi problem krusial. Hal ini sering kali berakar pada rendahnya partisipasi publik dan pemahaman etika lingkungan yang masih bersifat antroposentris. Pucangrejo memiliki potensi besar terutama dalam basis keagamaan untuk dapat dikembangkan menjadi Ecovillage yang berlandaskan nilai-nilai keIslaman. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi model Pucangrejo Ecovillage melalui integrasi konsep ekoteologi dan dan penguatan kesadaran kolektif masyarakat. Melalui metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini melibatkan kolaborasi aktif antara tim peneliti dan masyarakat untuk melakukan diagnosis masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui PAR, masyarakat Pucangrejo berhasil mengidentifikasi akar masalah lingkungan mereka dan secara mandiri merancang program "Green Mosque" dengan Masjid sebagai basis pemberdayaan lingkungan hijau desa. Integrasi nilai ekoteologi mempercepat internalisasi perilaku ramah lingkungan karena selaras dengan nilai-nilai religiusitas local melalui kajian keagamaan dan peran pemuka agama. Dampak signifikan terlihat pada terbentuknya kelompok kerja (Pokja) lingkungan yang aktif secara swadaya tanpa ketergantungan penuh pada instruksi eksternal. Peneltian ini menyimpulkan bahwa model Ecovillage berbasis PAR dan ekoteologi mampu menciptakan kemandirian ekologis yang berkelanjutan di desa Pucangrejo karena menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan sekaligus penjaga moral lingkungan dengan berdasar pada nilai-nilai keagamaan.
Pucangrejo Ecovillage Sebagai Model Desa Ramah Lingkungan Berbasis Ekoteologi Dan Kesadaran Masyarakat Mustofa, Mahmud Yunus; Alam, Muchammad; Muttaqin, M. in'amul; Baroroh, Kharismatul; Bintiyah, Umi; Nahariyah, Isnaeni; Nisa, Siti Khoirul; Najah Anf, Ahmad Hazim; Zacky N, Muhammad Ali; Roikhatul J, Hikayatul; Malikah, Nur; Nita, Tasya Arum; Fatkhullah, Kamal; Ma’ruf, Rizki Amir; Aprilia, Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v5i1.374

Abstract

The low level of awareness among rural communities about the importance of protecting the environment remains a crucial problem. This is rooted in low public participation and in an anthropocentric understanding of environmental ethics. Pucangrejo has great potential, especially in its religious base, to be developed into an ecovillage rooted in Islamic values. This community service program aims to initiate the Pucangrejo Ecovillage model by integrating eco-theological concepts and strengthening collective community awareness. Using the Participatory Action Research (PAR) method, this action involves active collaboration between the research team and the community to diagnose problems, plan actions, implement them, and evaluate outcomes. The results of the community service show that, through PAR, the Pucangrejo community successfully identified the root causes of its environmental problems and independently designed a "Green Mosque" program, with the mosque as the basis for empowering the village's green environment. The integration of eco-theological values accelerated the internalization of environmentally friendly behavior by aligning with local religious values through religious studies and the role of religious leaders. A significant impact was seen in the formation of an active environmental working group (Pokja) that was self-sufficient and did not rely heavily on external instructions. This study concluded that the PAR and eco-theology-based Ecovillage model enabled sustainable ecological independence in the village of Pucangrejo by positioning the community as the subject of change and the guardian of environmental morality grounded in religious values.