Perkembangan motorik halus anak usia 4–6 tahun penting karena berhubungan dengan kesiapan sekolah, seperti menulis, menggambar, dan menggunting. Perkembangan ini dipengaruhi faktor internal maupun eksternal, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat mendorong stimulasi optimal, sedangkan pola asuh yang kurang sesuai dapat menghambat perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh dengan perkembangan motorik halus anak usia 4–6 tahun. Pola asuh adalah cara orang tua mendidik, membimbing, dan mengarahkan anak, yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan, termasuk motorik halus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 30 orang tua dan anak usia 4–6 tahun, dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pola asuh berdasarkan teori Diana Baumrind dan lembar observasi perkembangan motorik halus sesuai indikator Kemendikbud (2021). Analisis data menggunakan uji korelasi dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara pola asuh dan perkembangan motorik halus, dengan nilai signifikansi p = 0,773 (p > 0,05). Dengan demikian, semakin baik pola asuh, semakin optimal perkembangan motorik halus anak. The development of fine motor skills in children aged 4-6 years is crucial as it is related to school readiness, including activities such as writing,drawing, and cutting. This development is influenced by both internal and external factors, one of which is parental parenting style. Appropriate parenting promotes optimal stimulation, while less suitable parenting can hinder a child's development.This study aims to determine the relationship between parenting styles and the fine motor development of children aged 4-6 years. Parenting style is defined as the way parents educate, guide, and direct their children, which influences various aspects of development, including fine motor skills.This research uses a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 30 parents and their children aged 4-6 years, selected using purposive sampling. The instruments used were a parenting style questionnaire based on Diana Baumrind's theory and an observation sheet for fine motor development based on indicators from the Indonesian Ministry of Education and Culture (Kemendikbud, 2021). Data analysis using a correlation test with SPSS showed that there is no significant relationship between parenting styles and fine motor development in children, with a significance value of P = 0,773. (*p* < 0.05). Therefore, the better the parenting style, the more optimal the child's fine motor development.