Hanny Yuli Andini
Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Berdasarkan Karakteristik di Klinik Barokah Tenang Juvita Sitepu; Hanny Yuli Andini; Syifa Fadlya Zahira
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.761 KB) | DOI: 10.58550/jka.v5i2.88

Abstract

Sekitar 830 ibu hamil meninggal setiap harinya karena komplikasi kehamilan dan persalinan. AKI dipicu penyebab langsung seperti perdarahan, eklampsi, infeksi, komplikasi abortus, diperparah penyebab tidak langsung 4 terlalu dan 3 terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tanda – tanda bahaya kehamilan berdasarkan karakteristik (usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan) di Klinik Barokah.Jenis penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi ibu hamil yang memeriksaan kehamilan di klinik Barokah dengan taksiran persalinan dari bulan Juni hingga Desember 2018 sebanyak 187. Teknik sampling menggunakan kuota sampling dengan sampel 128 responden ditentukan menggunakan rumus slovin. Kuisioner pilihan ganda digunakan sebagai instrument penelitian.Hasil penelitian menunjukan 85,9% responden berpengetahuan baik, 10,9% berpengetahuan cukup, dan 3,2% berpengetahuan kurang. Jumlah Tertinggi berdasarkan Karakteristik Usia 88,2% responden dengan usia ≥ 27 berpengetahuan baik, berdasarkan paritas 87,8% responden dengan multigravida berpengetahuan baik, berdasarkan pendidikan 85,9% responden dengan pendidikan terakhir SMA berpengetahuan baik, berdasarkan pekerjaan 82,5% responden yang tidak bekerja berpengetahuan baik. Ibu hamil dengan tingat pengetahuan kurang terbanyak didukung oleh faktor pendidikan dengan ibu lulusan SD sebanyak 14,2%. Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan cukup terbanyak didukung oleh faktor pendidikan dengan ibu lulusan SD sebanyak 42,8%. Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan baik terbanyak didukung oleh faktor pendidikan dengan ibu lulusan PT sebanyak 100%. Diperlukan upaya untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda – tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil untuk mencapai angka yang optimal dengan memberikan informasi pada ibu hamil tentang tanda – tanda bahaya kehamilan.
Perilaku Remaja Tentang Seksual Pranikah Di SMK PGRI Ciumbuleuit Bandung Hanny Yuliani Andini; Efrasianty Efrasianty; Handiana Handiana
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.151 KB) | DOI: 10.58550/jka.v5i2.91

Abstract

Perilaku seksual pranikah yaitu tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah. Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah salah satunya jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku remaja tentang seksual pranikah di SMK PGRI Ciumbuleuit Bandung. Metode penelitian ini dekskriptif. dengan jumlah 50 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan skala guttman. Analisis data disajikan dalam distribusi frequensi. Hasil penelitian tentang gambaran perilaku remaja tentang seksual pranikah di SMK PGRI Ciumbuleuit Bandung didapatkan dari 50 responden hampir sebagian (76%) memiliki perilaku tentang Seksual Pranikah Baik dan sebagian lagi (24%) meiliki perilaku tentang Seksual Pranikah Kurang baik. 27 siswa Putra 38% berperilaku Baik dan 16% Berprilaku Kurang Baik. 23 siswi Putri 8% berperilaku kurang Baik dan 38% berprilaku baik. Saran bagi pihak sekolah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan lebih memerhatikan perilaku siswa dan siswi mencegah terjadinya perilaku seksual pranikah khususnya di SMK PGRI Ciumbuleuit Bandung serta diperlukan adanya konseling oleh kesiswaan tentang seksual pranikah karna untuk menambah wawasan dan sebagai bahan acuan informasi bagi guru pembimbing konseling yang terkait dalam pembinaan remaja di sekolah dalam rangka mencegah terjadinya perilaku seksual pranikah pada remaja.
Hubungan Preeklamsia Berat (PEB) Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Kelas B Kabupaten Subang Tahun 2019 Metha Solihati Rayuna; Hanny Yuli Andini; Dewi Virosi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.318 KB) | DOI: 10.58550/jka.v6i2.122

Abstract

Pengaruh pre eklampsia berat (PEB) dapat terjadi pada ibu dan janin. Preeklamsia dapat menyebabkan gangguan pada janin, salah satu diantaranya yaitu asfiksia neonatal. Di negara berkembang angka kejadian PEB berkisar antara 0,5% - 38,4% dan di negara maju angka kejadian preeklamsia berkisar 6 – 7%{Fatmawati, #12181}. Sedangkan kasus asfiksia itu sendiri menyumbang sekitar 0,92 juta kematian neonatal setiap tahun dan menjadi salah satu dari 3 penyebab kematian neonatal, dilihat dari jumlah tersebut, kasus PEB dan asfiksia masihlah cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kelas B Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional, kemudian data diuji menggunakan uji chi square (X2). Dari hasil penelitian dengan ibu bersalin sebagai subjeknya didapatkan hasil p-value=0,000 untuk itu Ha diterima dan ada hubungan antara preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum dikarenakan p-value<0,05. Dan juga didapati nilai OR=11,272, yang artinya bahwa ibu PEB 11 kali lebih berisiko melahirkan asfiksia neonatorum dibandingkan dengan ibu yang tidak PEB. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara preeklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah waktu pengumpulan data dalam penelitian yang terlalu singkat, serta variabel penelitian yang kurang, sehingga penelitian ini belum maksima., Saran bagi penelitan selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah tahun penelitiannya misal tiga tahun atau lima tahun, agar jumlah sampel yang didapat lebih banyak lagi, juga dapat menambah variabel penelitiannya.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA LITERATURE REVIEW: THE CORRELATION OF PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANES (PROM) WITH THE INCIDENCE OF ASPHYXIA Hanny Yuli Andini; Lara Santi Indah Lestari; Ninda Sulastin
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v5i1.1824

Abstract

Menurut Human Development Report tahun 2010 Ketuban Pecah Dini (KPD) di Indonesia berkisar 4,4-7,6% dari seluruh kehamilan dengan KPD berkisar antara 3-18% yang terjadi pada kehamilan preterm, sedangkan pada kehamilan aterm sekitar 8-10%. Menurut beberapa peneliti KPD dapat menyebabkan terjadinya asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan atau kajian literatur. Data penelitian ini berasal dari data sekunder, yaitu berasal dari beberapa sumber penelitian yang terdiri dari 25 sumber yang terdiri dari 7 jurnal ilmiah, 3 jurnal internasional, 5 skripsi/tesis, dan 10 buku. Pencarian sumber menggunakan google scholar, microsoft academic, media meneliti, and google. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penyebab terjadinya asfiksia yang disebabkan oleh faktor langsung maupun faktor tidak langsung. Faktor langsung tersebut adalah KPD itu sendiri. Sedangkan, untuk faktor yang tidak langsung adalah CPD dan usia kehamilan. Sehingga asfiksia yang disebabkan kedua faktor tersebut dapat memperburuk keadaan terjadinya asfiksia. Dari salah satu penelitian dalam negeri oleh peneliti Anisa di daerah Kediri didapatkan angka kejadian asfiksia sebanyak 53% oleh ibu yang mengalami KPD. Berdasarkan hasil penelitian dari dalam negeri dan luar negeri dengan rata-rata p value ?0,005, sehingga didapatkan kesimpulan terdapat hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Tingkat I D III Kebidanan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung Hanny Yuli Andini
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.872 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i2.149

Abstract

Indeks Massa Tubuh memiliki peran yang sangat vital terhadap keteraturan siklus menstruasi, hal tersebut karena adanya peran hormon estrogen. Remaja putri dengan IMT kurus memiliki kadar estrogen dalam darah lebih sedikit atau menurun. Kadar estrogen yang rendah akan mengakibatkan terjadinya feedback positif pada GnRH sehingga sekresi LH menurun. Selain itu peningkatan lemak tubuh akan meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Hal tersebut terjadi karena seseorang dengan lemak tubuh yang tinggi, cenderung memiliki androgen yang tinggi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswa D III Kebidanan. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil analisis data dengan menggunakan chi square yaitu, p value > 0,05, bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan siklus menstruasi pada mahasiswa Tingkat I D III Kebidanan.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemilihan Penolong Persalinan Pada Ibu Hamil Hanny Yuli Andini
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.200

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator pembangunankesehatan di indinesia. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatn menjadi sangat penting dalam upaya penurunan AKI. Cakupan pemilihan penolong persalinan oleh tenaga keshatan di desa Cihaurkuning belum mencapai 90%. Target desa ciahurkuning 80% tetapi yang tercapai hanya 63%.bTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan di desa Cihaurkuning. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif adalah data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian di analisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan, populasi penelitian ini adalah ibu hamil dan sampel sebanyak 68 orang. Pengumpulan data diperoleh dari data primer. Hasil penelitian yang memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan sebanyak 20 (46,5%) berada pada kelompok yang berpengetahuan kurang, tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dengan status umur tidak berisiko (20- 35 tahun) sebanyak 34 orang (66,7%), tenaga kesehatan berdasarkan pendapatan yang tertinggi yaitu kategori kurang sebanyak 7 orang (41,2%), Disarankan desa cihaurkuning agar meningkatkan cakupan penolong persalinan di tenaga kesehatan dan disetiap desa yang aksesnya jauh dari fasilitas kesehatan agar dibuat rumah tunggu kelahiran.