Masa remaja merupakan periode penuh tantangan biopsikososial yang meningkatkan risiko munculnya perilaku bermasalah bila tidak disertai kemampuan adaptasi yang memadai. Untuk mencegah berbagai risiko kesehatan remaja, pemerintah mendorong pembentukan Posyandu Remaja (Posrem) sebagai wadah edukasi, dukungan sebaya, dan pemberdayaan masyarakat. Posbindu Remaja RW 15 Babakan Sari rutin dilaksanakan setiap bulan dan menjadi satu-satunya Posbindu remaja di wilayah Puskesmas Babakan Sari. Meski jumlah kunjungan mencapai 30–55 remaja per sesi, angka ini masih di bawah target optimal. Kegiataan operasional Posbindu masih bergantung pada kader senior karena belum adanya pelatihan khusus bagi kader muda, sehingga partisipasi remaja sebagai pelaksana belum berkembang maksimal. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi Posbindu Remaja melalui pelatihan kader muda agar mampu melakukan pelaksanaan kegiatan secara mandiri. Pelatihan dirancang sesuai karakteristik Generasi Z dengan metode interaktif seperti gamifikasi, microlearning, pembelajaran berbasis proyek, dan sesi intensif. Materi pelatihan meliputi edukasi stunting, anemia, kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pencegahan NAPZA, kesehatan jiwa, serta keterampilan pengukuran antropometri dan skrining PTM. Pelatihan dilaksanakan empat sesi setiap hari Sabtu untuk menyesuaikan jadwal sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan remaja, memperkuat pendekatan sebaya, serta memunculkan bibit kader kesehatan muda guna menjamin keberlanjutan Posbindu di masa depan. Pelibatan orang tua dan tokoh masyarakat beserta kader mungkin menjadi kunci dalam meningkatkan kunjungan remaja ke Posrem.