Stunting masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta risiko morbiditas dan mortalitas anak. Pencegahan stunting perlu dimulai sejak remaja sebagai fase pra-konsepsi, sehingga diperlukan strategi promosi kesehatan yang efektif dan sesuai karakteristik sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas berbagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman remaja terkait pencegahan stunting. Studi ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan pendekatan scoping review sesuai rekomendasi PRISMA. Artikel dipilih melalui penelusuran Google Scholar pada rentang tahun 2019–2022 menggunakan kata kunci promosi kesehatan, media, konseling, dan stunting. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan fokus penelitian, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis media dan efektivitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa media promosi yang digunakan meliputi brosur, poster, leaflet, flipchart, video, serta media sosial seperti WhatsApp. Media audiovisual terbukti lebih efektif dibandingkan media cetak karena mampu melibatkan lebih dari satu indera, meningkatkan daya tarik, retensi informasi, serta pemahaman responden. Media berbasis video dan konten digital juga lebih mudah diterima oleh remaja karena sesuai dengan kebiasaan konsumsi informasi mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa media audiovisual lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang stunting, dan memberikan kontribusi strategis dalam merancang intervensi edukatif berbasis media di masa depan.