Chandra, Vianca Naila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Implementasi Good Governance di Indonesia dan Singapura Berbasis Worldwide Governance Indicators Hidayatullah, Ihsan; Pangeran, Teuku Muhammad Rafli; Chandra, Vianca Naila; Kamaly, Nurul
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2357

Abstract

Tata kelola pemerintahan (good governance) merupakan prasyarat utama pembangunan berkelanjutan. Indonesia dan Singapura menunjukkan kontras signifikan dalam kualitas tata kelola, dengan kesenjangan yang tidak menunjukkan tanda penyempitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif implementasi good governance di kedua negara menggunakan kerangka Worldwide Governance Indicators (WGI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan teknik analisis dokumen. Literatur dipilih secara selektif dari artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen resmi lima tahun terakhir, serta didukung data WGI World Bank periode 2021-2024 untuk menangkap tren pasca-pandemi. Analisis dilakukan melalui komparasi deskriptif-analitik terhadap enam dimensi WGI. Hasil menunjukkan bahwa Singapura secara konsisten unggul pada seluruh dimensi dengan selisih 1,5-2,7 poin, sementara Indonesia mengalami penurunan pada empat dari enam dimensi, terutama pada kualitas regulasi dan pengendalian korupsi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesenjangan tata kelola cenderung melebar, dipengaruhi oleh faktor struktural seperti pelemahan kelembagaan antikorupsi, fragmentasi regulasi, dan menurunnya akuntabilitas publik. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan analisis komparatif yang terintegrasi berbasis WGI, yang masih terbatas dalam studi sebelumnya, sehingga memberikan kerangka evaluasi tata kelola yang lebih sistematis dan berbasis indikator global. Temuan ini menegaskan pentingnya reformasi tata kelola yang terkoordinasi sebagai prasyarat perbaikan tata kelola yang berkelanjutan dan konsisten.