Sunarko, Jonathan Christian Wibisono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Penanganan Masalah Lingkungan Akibat Kegiatan Pengurugan Sirtu di Area Pemukiman Padat Penduduk Sunarko, Jonathan Christian Wibisono; Hermawan, Surya
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.1.14-18

Abstract

Pencemaran udara menjadi masalah dalam dunia konstruksi, karena aktivitas pengangkutan material. Penelitianini melakukan pengamatan pada pekerjaan pengurugan tanah yang menimbulkan masalah terhadap warga sekitar. Tujuan daripenelitian ini adalah menganalisa dampak lingkungan pekerjaan urugan yang terjadi sesuai teori etika lingkungan. Serta solusiyang tepat apabila terjadi masalah dengan warga dan Prosedur Keselamatan, Kesehatan, Kerja, dan Lingkungan (K3L). Di dalampenelitian ini dilakukan pendekatan dengan menggunakan metode analitik deskriptif, dimana metode ini dilakukan dengan caramelakukan interpetasi dengan tepat karena metode ini melakukan analisa dengan melalui gambar kegiatan dan situasi. Penelitianini merupakan studi kasus.Masalah utama yang dihasilkan pada proyek ini dan menjadi permasalahan warga adalah debu yangdihasilkan dari residu yang dibawa oleh truk. Dalam sehari terdapat hingga 40 truk yang masuk ke dalam lokasi proyek. Akibatnyadebu tersebut mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Untuk mengatasi permasalahan debu dan polusi yang ditimbulkan,kontraktor melakukan pembersihan jalan. Dari aspek etika lingkungan, perlu ada prosedur AMDAL yang disiapkan sebelumproyek berjalan agar tidak terjadi konflik di tengah perjalanan dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan secara etikalingkungan. Dari aspek profesionalisme, perlu ada perjanjian yang ditetapkan secara tertulis dari hasil suatu musyawarah agartidak terjadi miskomunikasi dan ketidaksepakatan yang terjadi di kemudian hari karena perjanjian dilaksanakan hanya secaralisan. Dari aspek K3L, perlu ditingkatkan kembali prosedur-prosedur yang jelas dan tertulis agar pekerja memahami pentingnyakeselamatan dalam bekerja dan kontraktor harus lebih peka terhadap masalah yang dapat ditimbulkan.