Abstrak Keberadaan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat memiliki urgensi penting untuk dilestarikan melalui proses pendidikan, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, nilai, dan tradisi masyarakat. Di tengah arus modernisasi, integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat karakter peserta didik agar tetap berakar pada budaya daerah. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field study research) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPS, kepala madrasah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan lingkungan sosial-budaya setempat, di mana nilai-nilai lokal seperti tahlilan, ziarah wali, rebo wekasan, dan santunan anak yatim diintegrasikan dalam RPP dan materi ajar; (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode ceramah interaktif, diskusi, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan Project Based Learning (PBL) yang menumbuhkan partisipasi aktif siswa dan sikap sosial-religius; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes tertulis, pengamatan sikap, dan proyek berbasis kearifan lokal untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran berbasis kearifan lokal terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, empati sosial, serta karakter religius siswa. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran; Kearifan Lokal; Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL) Abstract The preservation of local wisdom as a fundamental element of cultural identity has become increasingly urgent to integrate into the educational process, particularly in Social Studies (IPS), which is closely related to social life, values, and community traditions. Amid rapid modernization, embedding local cultural values into learning serves as a strategic effort to strengthen students’ character while maintaining their cultural roots. Based on this urgency, this study aims to describe the management of Social Studies learning based on local wisdom at MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus, covering the stages of planning, implementation, and evaluation. This research employed a qualitative field study research approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of social studies teachers, the principal, and students. The results showed that (1) Learning planning was carried out systematically by adapting to students’ characteristics and the socio-cultural environment, where local traditions such as tahlilan, pilgrimage to wali graves, Rebo Wekasan, and charity for orphans were integrated into lesson plans and teaching materials; (2) Learning implementation applied interactive lectures, discussions, Contextual Teaching and Learning (CTL), and Project Based Learning (PBL) methods to enhance student participation and foster social-religious attitudes; (3) Learning evaluation used written tests, attitude observations, and local wisdom-based projects to assess cognitive, affective, and psychomotor aspects. The integration of local wisdom in IPS learning effectively improved students’ critical thinking, social empathy, and religious character Keyword: Learning Management; Local Wisdom; Social Studies (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL)