Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis-jenis kesalahan siswa SMA dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep aljabar pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) berdasarkan Teori Newman. Selain itu, penelitian ini mengaitkan kesalahan siswa dengan tiga indikator pemahaman konsep, yaitu mengungkapkan kembali konsep SPLTV menggunakan kata-kata sendiri, mengidentifikasi contoh dan bukan contoh SPLTV, serta menerapkan konsep SPLTV dalam berbagai situasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui tes pemahaman konsep dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja yang dikelompokkan ke dalam kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) matematika sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbesar terjadi pada tahap comprehension (57%) yang umumnya dilakukan oleh siswa berkemampuan rendah, diikuti kesalahan encoding (28%) lebih banyak dilakukan oleh siswa berkemampuan tinggi, process skill (10%), dan transformation (5%) banyak dialami siswa berkemampuan sedang. Kesalahan comprehension muncul karena siswa tidak memahami informasi soal dan tidak mampu menjelaskan kembali konsep SPLTV. Kesalahan transformation dan process skill berkaitan dengan ketidaktepatan membentuk model matematika serta kesalahan operasi hitung. Pada tahap encoding, sebagian siswa tidak menuliskan kesimpulan akhir meskipun nilai variabel telah didapatkan. Secara keseluruhan, kelemahan memahami soal menjadi faktor utama munculnya kesalahan pada tahap penyelesaian berikutnya.