Background: Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan baku jamu tradisional berpotensi meningkatkan derajat kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK di Desa Bahu Palawa dalam mengolah TOGA menyebabkan pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memproduksi jamu serbuk jahe dan berbagai variasi wedang seduh berbasis kearifan lokal. Metode: Program dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik demonstrasi, serta evaluasi pengetahuan dengan pre-test dan post-test, dilengkapi dengan uji organoleptik produk. Peserta dilatih mulai dari persiapan bahan, teknik pengeringan menggunakan oven dryer, formulasi komposisi bahan, hingga pengemasan produk akhir. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 32,3% meningkat menjadi 91,0% pada post-test. Uji organoleptik juga memperlihatkan penerimaan yang tinggi, di mana 80–90% responden menyatakan suka hingga sangat suka terhadap warna, rasa, dan aroma produk jamu yang dihasilkan. Produk utama berupa jamu serbuk jahe, wedang hangat menyegarkan, wedang rempah pahit manis, dan wedang siru biru dinilai memiliki manfaat kesehatan yang relevan, seperti menjaga daya tahan tubuh, membantu pencernaan, dan mendukung kesehatan jantung. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah TOGA menjadi produk herbal bernilai tambah. Selain berkontribusi pada kemandirian kesehatan keluarga, program ini juga membuka peluang usaha desa berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.