Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Moderate-Intensity Continuous Training (MICT) Terhadap Fungsi Kognitif Tikus Wistar yang Diberikan Paparan Cahaya Light-Emitting Diode (LED) Nahan, Elmo; Farah Fauziyah Radhiyatulqalbi Ahmad; Surbakti, Ranintha Br.; Margaretha Yayu Indah Anugerahny; Dian Mutiasari
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Sleep disturbances due to circadian rhythm disruption, including night time exposure to Light-Emitting Diode (LED) light, have been associated with cognitive decline. Moderate-Intensity Continuous Training (MICT) is known to improve cognitive function through various neuroplastic mechanisms. However, evidence regarding its protective effects of MICT against LED-induced cognitive impairment remains limited. Methods This study used a true experimental pre-test and post-test control group design. A total of 24 male Wistar rats (6-8 weeks old, 150-200 g) were randomly divided into four groups: control, LED (24-hour/day LED exposure), MICT (moderate-intensity swimming 5 times/week), and MICT+LED for 4 weeks. Cognitive function was assessed using the Y-Maze spontaneous alternation test before and after the intervention. Data were analyzed using Shapiro-Wilk, Levene, Paired T-Test, Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, and Repeated Measures ANOVA with p<0.05. Results The LED group showed a decrease in cognitive function from 43.50 to 40.00 (p=0.102), while the MICT group exhibited a significant increase from 18.75 to 31.25 (p=0.027). The MICT+LED group experienced an increase from 29.00 to 35.00 (p=o.385). Kruskal Wallis test showed no significant differences between groups (p=0.071), while Repeated Measures ANOVA indicated a significant effect of time on cognitive changes (p<0.001). Conclusions LED exposure tends to impair cognitive function, although not significantly. MICT enhanced cognitive function and showed potential as a protective intervention against LED-induced cognitive decline.Keywords: Moderate-Intensity Continuous Training; Light-Emitting Diode; cognitive function; Wistar rats; circadian rhythm.
Peningkatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Produksi Herbal Berbasis Tanaman TOGA Kearifan Lokal oleh Ibu-Ibu PKK Desa Bahu Palawa Pasaribu, Marvin Horale; Manurung, Tety Wahyuningsih; Surbakti, Ranintha Br.; Ariefin, Mokhamat; Oktaviani, Revalina; Syaputra, Noor Angga
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20875

Abstract

Background: Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan baku jamu tradisional berpotensi meningkatkan derajat kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK di Desa Bahu Palawa dalam mengolah TOGA menyebabkan pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memproduksi jamu serbuk jahe dan berbagai variasi wedang seduh berbasis kearifan lokal. Metode: Program dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik demonstrasi, serta evaluasi pengetahuan dengan pre-test dan post-test, dilengkapi dengan uji organoleptik produk. Peserta dilatih mulai dari persiapan bahan, teknik pengeringan menggunakan oven dryer, formulasi komposisi bahan, hingga pengemasan produk akhir. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 32,3% meningkat menjadi 91,0% pada post-test. Uji organoleptik juga memperlihatkan penerimaan yang tinggi, di mana 80–90% responden menyatakan suka hingga sangat suka terhadap warna, rasa, dan aroma produk jamu yang dihasilkan. Produk utama berupa jamu serbuk jahe, wedang hangat menyegarkan, wedang rempah pahit manis, dan wedang siru biru dinilai memiliki manfaat kesehatan yang relevan, seperti menjaga daya tahan tubuh, membantu pencernaan, dan mendukung kesehatan jantung. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah TOGA menjadi produk herbal bernilai tambah. Selain berkontribusi pada kemandirian kesehatan keluarga, program ini juga membuka peluang usaha desa berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.